Apa Itu Tahu Busuk dari China yang Dimakan Tanboy Kun? Ini Jawabannya!
JAKARTA, iNews.id – Tahu busuk dari China yang dicicipi food vlogger Tanboy Kun tengah menjadi perhatian. Makanan tersebut memiliki aroma yang sangat menyengat, sehingga membuat banyak orang penasaran. Sebenarnya apa yang dimakan Tanboy Kun?
Tahu busuk tersebut dikenal sebagai fermented bean curd atau fǔrǔ, yakni tahu yang sengaja difermentasi menggunakan mikroorganisme tertentu. Jadi, makanan ini bukan tahu yang dibiarkan basi atau membusuk begitu saja.
Salah satu produk fermented bean curd yang terkenal di China dibuat oleh Wangzhihe, produsen makanan tradisional yang telah berdiri sejak abad ke-17.

Berbeda dengan tahu putih yang biasa dikonsumsi di Indonesia, fermented bean curd memiliki tekstur yang jauh lebih lembut. Proses fermentasi juga membuat makanan tersebut mempunyai rasa gurih dan aroma yang sangat khas.
Istilah 'tahu busuk' muncul karena aroma makanan tersebut memang sangat kuat. Dalam bahasa Inggris, makanan sejenis ini kerap disebut 'stinky tofu'.
Namun, aroma menyengat tersebut merupakan bagian dari proses fermentasi. Selama dibuat dengan proses yang benar dan produk yang aman dikonsumsi, aroma kuat tidak berarti tahu tersebut sudah basi atau tidak layak makan.
Salah satu jenis fermented bean curd bahkan memiliki warna hijau kebiruan dan dikenal dengan nama qingfang. Jenis inilah yang mempunyai karakter aroma lebih kuat.
Pembuatan fermented bean curd dimulai dari kedelai yang diolah menjadi tahu. Tahu kemudian melalui proses fermentasi dengan bantuan mikroorganisme.
Setelah proses fermentasi awal, tahu diberi campuran bahan seperti garam dan bumbu tertentu sebelum kembali menjalani proses pematangan.
Proses tersebut membuat struktur tahu berubah. Teksturnya menjadi sangat lembut dan rasa serta aromanya berkembang menjadi lebih kompleks.
Pada produk tradisional Wangzhihe, keseluruhan proses pembuatannya dapat berlangsung selama berbulan-bulan.
Fermented bean curd bukan makanan baru di China. Produk Wangzhihe memiliki sejarah yang dikaitkan dengan Wang Zhihe, yang mengembangkan usaha tahu di Beijing pada masa Dinasti Qing.
Tradisi Wangzhihe kemudian berkembang selama ratusan tahun. Teknik pembuatan fermented bean curd Wangzhihe juga telah diakui sebagai bagian dari warisan budaya takbenda nasional China.
Makanan tersebut biasanya tidak dimakan dalam jumlah banyak. Fermented bean curd dapat digunakan sebagai pendamping nasi, bubur, mantou, atau makanan lainnya.
Karena rasanya yang kuat, makanan ini cukup digunakan dalam porsi kecil sebagai penambah rasa.
Tahu fermentasi ini menjadi perhatian di Indonesia setelah Tanboy Kun membagikan momen ketika dirinya mencicipinya.
Dalam video yang beredar, Tanboy Kun menunjukkan reaksinya ketika mencium dan mencoba makanan tersebut. Aroma yang sangat menyengat menjadi salah satu hal yang paling menarik perhatian penonton.
Video tersebut pun viral dan telah ditonton hampir 900 ribu kali.
Di balik namanya yang terdengar ekstrem, tahu busuk yang dimakan Tanboy Kun sebenarnya merupakan bagian dari tradisi fermentasi makanan China yang telah berlangsung selama ratusan tahun.
Jadi, tahu busuk bukan berarti tahu basi, melainkan tahu yang sengaja difermentasi hingga menghasilkan aroma dan cita rasa khas. Apakah Anda berani memakannya?
Editor: Muhammad Sukardi