Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mendunia! Batagor Bandung Jadi Goreng Terbaik Kedua di Dunia 2026
Advertisement . Scroll to see content

Asal Usul Batagor: Dari Dagangan Tak Laku hingga Jadi Gorengan Terenak di Dunia!

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:05:00 WIB
Asal Usul Batagor: Dari Dagangan Tak Laku hingga Jadi Gorengan Terenak di Dunia!
Ilustrasi batagor yang lezat. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Batagor, jajanan khas Bandung, Jawa Barat, berhasil mendunia setelah menempati peringkat kedua dalam daftar 100 hidangan goreng terbaik di dunia versi TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Oktober 2026. 

Mendapat rating 4,4 dari 5, kuliner berbahan dasar ikan dan tahu ini memiliki kisah asal-usul yang tak kalah menarik. Batagor konon tercipta dari ide seorang pedagang untuk mengolah bakso tahu yang tidak habis terjual menjadi makanan yang digoreng hingga renyah.

Dalam daftar 100 Best Deep-fried Dishes in the World, batagor berada tepat di bawah chikin atau ayam goreng khas Korea Selatan, yang juga memperoleh rating 4,4. TasteAtlas menggambarkan batagor sebagai salah satu camilan paling dikenal di Indonesia, dengan ciri khas adonan ikan yang digoreng dan disajikan bersama saus bercita rasa pedas.

Pencapaian ini membawa jajanan yang identik dengan Kota Kembang tersebut ke jajaran teratas kuliner goreng dari berbagai negara. Namun, sebelum dikenal luas seperti sekarang, batagor memiliki perjalanan panjang yang erat dengan kreativitas pedagang kaki lima.

Berawal dari Bakso Tahu yang Tidak Habis Terjual

Salah satu sosok yang dikenal dalam sejarah batagor Bandung adalah Isan, seorang perantau asal Purwokerto, Jawa Tengah. Dia merantau ke Bandung untuk mencari penghidupan dan berjualan bakso tahu kukus secara keliling.

Dalam kisah yang berkembang di masyarakat, Isan menghadapi persoalan ketika dagangannya tidak habis terjual. Bakso tahu yang tersisa berisiko basi jika disimpan terlalu lama sehingga sulit dijual kembali pada hari berikutnya.

Alih-alih membuang sisa dagangan, Isan mencoba cara lain dengan menggoreng bakso tahu tersebut. Olahan yang semula dikukus itu menghasilkan tekstur berbeda, yakni bagian luar yang lebih renyah dengan bagian dalam tetap gurih.

Bakso tahu goreng tersebut kemudian dibagikan kepada tetangga di sekitar tempat tinggalnya. Tak disangka, makanan itu mendapat sambutan positif. Orang-orang yang mencicipinya tertarik dengan rasa dan teksturnya, bahkan mulai membeli olahan tersebut.

Dari percobaan sederhana itu, usaha Isan perlahan berkembang. Bakso tahu goreng yang awalnya menjadi cara untuk memanfaatkan dagangan tersisa justru memiliki daya tarik tersendiri.

Meski kisah tersebut banyak dikaitkan dengan perjalanan batagor legendaris di Bandung, asal-usul kuliner ini juga berkaitan dengan perkembangan tradisi jajanan berbahan tahu dan adonan ikan. 

Karena itu, cerita tentang Isan menjadi bagian penting dari sejarah batagor, tetapi tidak harus dipahami sebagai satu-satunya penjelasan mengenai kemunculan hidangan tersebut.

Haji Isan dan Perkembangan Batagor Bandung

Isan kemudian dikenal sebagai Haji Isan dan kerap disebut sebagai salah satu pelopor batagor di Bandung. Sejumlah cerita kuliner menyebut usaha tersebut mulai dirintis pada akhir dekade 1960-an, sebelum batagor semakin populer di masyarakat pada tahun-tahun berikutnya.

Nama batagor merupakan singkatan dari bakso tahu goreng. Sebutan tersebut menggambarkan bahan dan cara pengolahan yang menjadi ciri khasnya.

Seiring perkembangan usaha kuliner, batagor tidak lagi sekadar bakso tahu yang digoreng. Adonan ikan menjadi bagian penting dalam pembuatannya, sementara tahu dan kulit pangsit dapat digunakan untuk menghasilkan variasi tekstur dan rasa.

Batagor juga berkembang menjadi salah satu identitas kuliner Bandung. Makanan ini mudah dijumpai di berbagai sudut kota, mulai dari gerobak pedagang kaki lima hingga rumah makan yang telah beroperasi selama bertahun-tahun.

Popularitasnya kemudian meluas ke luar Jawa Barat. Batagor kini dijual di berbagai daerah di Indonesia dengan variasi resep, ukuran, dan penyajian yang berbeda-beda.

Rahasia Kelezatan Batagor Ada pada Perpaduan Rasa

Daya tarik batagor terletak pada perpaduan tekstur renyah dan rasa gurih. Ikan tenggiri kerap digunakan sebagai bahan adonan karena menghasilkan cita rasa khas, meskipun jenis ikan lain seperti tuna dan makarel juga dapat digunakan.

Adonan ikan diolah bersama bahan pelengkap, kemudian dimasukkan ke dalam tahu atau kulit pangsit sebelum digoreng. Proses penggorengan membuat bagian luarnya renyah, sedangkan bagian dalamnya tetap lembut dan kenyal.

Batagor biasanya disajikan dengan saus kacang, kecap manis, sambal, serta perasan jeruk limau. Saus kacang memberikan rasa gurih dan sedikit manis, sementara sambal dan jeruk limau menambahkan sensasi pedas serta asam yang menyeimbangkan rasa.

Kombinasi tersebut membuat batagor dapat dinikmati sebagai camilan maupun makanan selingan. Kesederhanaan bahan dan cara penyajiannya juga membuat jajanan ini mudah diterima oleh berbagai kalangan.

Seiring waktu, muncul pula beragam variasi batagor. Ada yang disajikan tanpa tahu, menggunakan kulit pangsit lebih banyak, atau disantap bersama kuah sebagai alternatif saus kacang.

Batagor Masuk Daftar Hidangan Goreng Terbaik Dunia 2026

Perjalanan batagor dari jajanan kaki lima hingga dikenal di berbagai daerah turut membawanya ke pemeringkatan kuliner internasional. Dalam daftar terbaru TasteAtlas yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, batagor menempati peringkat kedua dari 100 hidangan goreng terbaik dunia dengan rating 4,4 dari 5.

TasteAtlas mencatat batagor sebagai hidangan khas Bandung yang dibuat dari adonan ikan, digoreng, lalu dipotong menjadi beberapa bagian sebelum disajikan bersama saus kacang, kecap, cabai, dan perasan jeruk.

Posisi kedua tersebut menunjukkan tingginya penilaian pengguna terhadap batagor dalam pemeringkatan itu. Meski demikian, TasteAtlas menegaskan bahwa daftar mereka bukan kesimpulan mutlak mengenai makanan terbaik di dunia, melainkan sarana untuk memperkenalkan kuliner lokal dan mendorong masyarakat mengenal hidangan dari berbagai negara.

Bagi Indonesia, pencapaian ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kekayaan kuliner daerah kepada khalayak yang lebih luas. Batagor membuktikan bahwa makanan yang tumbuh dari keseharian masyarakat dapat memiliki daya tarik hingga melampaui tempat asalnya.

Dari Bandung, batagor kini dikenal sebagai salah satu jajanan ikonik Indonesia. Kisahnya juga memperlihatkan bagaimana kreativitas sederhana dalam mengolah makanan dapat berkembang menjadi bagian dari warisan kuliner yang terus dinikmati lintas generasi.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut