Berkarya di Tengah Pandemi, PT Sasa Inti Bersama Mentan Lepas Produk Ekspor Santan dan Tepung Kelapa
JAKARTA, iNews.id - PT Sasa Inti merupakan perusahaan FMCG Makanan dan Bumbu yang terpercaya di Indonesia. Didirikan oleh Rodamas Group pada 1968, nama Sasa sendiri merupakan singkatan dari "Sari Rasa" yang diterjemahkan sebagai SAri dari raSA yang tumbuh menjadi merek yang memimpin pasar untuk pasar lokal dan international.
Berfokus kepada masa depan, PT Sasa Inti memimpin kategori dengan menciptakan berbagai inovasi produk. Melalui tagline "Sasa Melezatkan!", PT Sasa Inti memberikan pengalaman rasa untuk semua selera dan membantu konsumen menikmati makanan lezat, sehat dan berkualitas yang tercermin dalam produk-produk Sasa, mulai dari MNG, tepung bumbu, rangkaian saus, santan hingga bumbu instan.
Saat ini, PT Sasa Inti memiliki tiga pabrik, yaitu di Probolinggo, Cikarang dan Minahasa Selatan. Sejak mengakuisisi pabrik kelapa seluas 82.274 meter persegi di Minahasa Selatan pada Maret 2020, PT Sasa Inti berkomitmen untuk terus berkarya menghasilkan produk santan terbaik.
Meski berada di tengah situas pandemi, PT Sasa Inti terus mengembangkan produk santan dengan kualitas terbaik. Hal ini ditujukan untuk dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional maupun internasional.
Seperti halnya pada pelepasan produk ekspor santan dan tepung kelapa yang berlangsung di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Agenda tersebut turut dihadiri oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Syahrul Yasin Limpo sekaligus memenuhi kunjungan kerjanya pada 30 Agustus lalu.
Kunjungan Mentan Syahrul ke Sulawesi Utara dilaksanakan dalam rangka memperkuat sektor pertanian sesuai arahan Presiden Joko Widodo. Mentan Syahrul juga turut hadir dalam acara pelepasan ekspor pelaku usaha untuk produksi santan dan tepung kelapa (Desicated Coconut).
Factory Head PT Sasa Inti Minahasa Selatan Ardhian Herdyanto mengaku bangga telah menjadi bagian dari sektor andalan ketahanan ekonomi di masa Pandemi. Dia pun berterima kasih kepada Mentan Syahrul yang telah ikut serta dalam pelepasan perdana ekspor pabrik PT Sasa Inti Minahasa Selatan. (Adv)
Editor: Tuty Ocktaviany