Jaga Ketahanan Pangan, Scholars of Sustenance Mengolah Makanan Sisa Jadi Bermanfaat
JAKARTA, iNews.id - Perilaku membuang atau menyisakan makanan masih sering dijumpai di Indonesia. Padahal jika makanan sisa diolah dengan baik hal tersebut dapat membantu banyak orang dan menyelamatkan ketahanan pangan.
Memang ada banyak cara untuk mengolah limbah makanan. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Scholars of Sustenance (SOS), organisasi lingkungan non-profit global ini berkomitmen memberantas limbah makanan dan menyelamatkan ketahanan pangan di seluruh dunia, dengan jejak di tiga negara, yaitu Thailand, Indonesia, dan Filipina.
Pendiri Scholars of Sustenance Bo H. Holmgreen mengatakan, kami berkomitmen untuk melawan pemborosan makanan dan ketidakamanan pangan yaitu dengan memperluas operasi penyelamatan makanan.
"Kami sangat senang membuka cabang baru di Jakarta. Tim kami beraspirasi untuk menciptakan ekuitas makanan di masyarakat, dan perluasan ini akan memungkinkan kita untuk membantu lebih banyak orang," kata Bo H. Holmgreen melalui keterangannya dikutip Jumat (15/12/2023).

Menurut dia, setelah berhasil menyelamatkan 8,3 juta ton makanan surplus, setara dengan hampir 35 juta orang, SOS telah memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat di seluruh Asia Tenggara. "Dengan operasi enam tahun yang luar biasa di Indonesia, kami konsisten mengalihkan makanan dari tempat pembuangan sampah di Bali untuk mengangkat masyarakat rentan, paling khusus selama pandemi," ujarnya
Kini, organisasi tersebut akan memperluas misi ke Jakarta, yang bertujuan untuk meningkatkan jangkauan dan efek perubahan positif dalam sistem makanan negara tersebut. Setelah peluncuran operasi penyelamatan makanan di Jakarta pada 14 Juni 2023 dengan satu truk pendingin, SOS telah memimpin kemitraan dengan banyak hotel, produsen, masjid, dan toko ritel.
Editor: Vien Dimyati