5 Makanan Khas Ramadhan Paling Enak, Unik Ada Kolak Ayam yang Bikin Nagih
JAKARTA, iNews.id - Ada banyak makanan khas Ramadhan yang bisa dicicipi kapan saja. Apalagi Indonesia memiliki begitu banyak makanan khas daerah. Makanan khas adalah menu masakan yang menjadi ciri khusus suatu daerah dan kerap kali makanan khas tersebut mempunyai nuansa budaya dan sejarah.
Beberapa kuliner hanya bisa dijumpai di daerah tertentu dan ada juga yang muncul saat Ramadhan tiba. Ketika memasuki bulan puasa, jangan lewatkan untuk mencicipi makanan khas Ramadhan.
Setiap daerah memiliki keunggulan kuliner, dan banyak dicari saat Ramadhan. Ingin tahu apa saja makanan khas Ramadhan yang bisa dicicipi untuk buka puasa atau sahur?
Berikut makanan khas Ramadhan yang enak dan wajib kamu coba, dirangkum pada Rabu (21/4/2021).
1. Sotong Pangkong
Sotong Pangkong adalah makanan khas Ramadhan yang berasal dari daerah Pontianak. Makanan ini terbuat dari sotong (cumi) yang kemudian ditambah sambal kacang cair. Sotong Pangkong berasal dari bahasa Melayu yang terdiri dari kata "sotong" yang artinya jenis ikan mirip cumi-cumi dan "pangkong" artinya memukul menggunakan palu.
Rasanya gurih kenyal dengan aroma harum. Sotong pangkong disajikan dengan sambal kacang dan kuah asam pedas yang terbuat dari racikan cuka dan cabai. Bagi yang belum terbiasa mengonsumsinya mungkin agak kesulitan waktu mengunyah, karena bagaimanapun sotong kering teksturnya akan lebih keras dan liat.
Tapi di situlah letak sensasi menyantap sotong pangkong ini. Agar lebih nikmat, sobek daging sotong dalam ukuran kecil, lalu cocol ke dalam sambal/saus yang diinginkan.
2. Asida
Kue Khas Arab ini berasal dari Ambon. Asida berbahan dasar tepung terigu, gula merah sisir, kapulaga, daun pandan, air, garam dan mentega. Pada awalnya kue ini diperkenalkan oleh orang Arab yang berdagang dan menyebarkan agama Islam di Nusantara kepada masyarakat melayu, kemudian menyebar ke seluruh lapisan masyarakat.
Asida memiliki rasa seperti dodol, manis. Makanan ini juga memiliki aroma kayu manis. Teksturnya sekenyal dodol. Hal ini dikarenakan Asida tidak terbuat dari tepung ketan, melainkan tepung terigu. Tak hanya itu, di bagian atasnya, kue ini dilumuri dengan mentega cair yang rasanya gurih. Perpaduan antara manis dan gurih membuat Asida menjadi santapan lezat.
3. Bubur kampiun
Makanan Khas Ramadhan yang populer adalah bubur kampiun. Bubur ini berasal dari Bukittinggi, berbahan dasar ketan putih. Kemudian dicampur dengan bubur putih atau bubur sumsum, bubur ketan hitam, kolak pisang atau ubi, bubur kacang hijau atau kacang padi dan bubur conde atau candil. Dahulu para tokoh adat di daerah minang membuat berbagai macam perlombaan untuk menghibur warga karena trauma paskah perang pemerintahan revolusioner Republik Indonesia 1958, salah satunya lomba membuat bubur. Inilah awal mula bubur kampiun tercetus.
4. Kolak ayam
Kolak ayam adalah makanan yang berasal dari Gresik, kolak ini terbuat dari ayam jago, santan kelapa, jinten, gula merah dan daun bawang. Tradisi pembuatan kolak ayam bermula dari Sunan Dalem yang merupakan putra dari Sunan Giri yang mengalami sakit keras, kolak ayam ini adalah makanan yang dijadikan obatnya.
5. Sate susu
Makanan Khas Ramadhan yang terakhir ada sate susu berasal dari kota Denpasar. Makanan ini terbuat dari daging yang diambil disekitar puting susu sapi yang diolah dengan bumbu, lalu dibakar. Kabar yang beredar di masyarakat, warga Denpasar mengenal olahan sate susu sejak 1963, tak lama setelah Gunung Agung meletus dan warga Kampung Muslim Kecicang, Karangasem, mengungsi lalu menetap di Denpasar.
Editor: Vien Dimyati