Mencicipi Mi Atep Belitung, Terbuat dari Resep Warisan
BELITUNG, iNews.id - Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Pulau Belitung tidak mencicipi makanan khasnya yakni Mi Atep Belitung. Banyak wisatawan yang tergoda dengan citarasa dari makanan yang sekilas mirip bakmi Jawa.
Sang pemilik restoran, Verawati mengatakan, yang membedakan mi khas Belitung ini dengan mi pada umumnya adalah cara pengolahan dan penyajiannya. Resepnya bahkan dari warisan.
"Kalau mi Belitung ini kita pakai bahan-bahan seperti mi, potongan timun, tahu, kentang, udang, touge dan emping," kata Verawati saat ditemui iNews.id baru-baru ini di Pulau Belitung.
Selain bahan utama tadi, kuah dari Mi Atep rasanya tak hanya gurih tapi juga manis. Bahan yang dipakai juga banyak tersedia di pasar-pasar tradisional seperti lengkuas, kemiri, bawang merah dan bawang putih.
"Bedanya ada di kuah yang rasanya gurih tapi sedikit manis. Bahan-bahan yang saya pakai juga banyak di pasaran. Hanya saja untuk mengolah semua bahannya, saya pakai cara ibu (kandung)," katanya.
Satu lagi yang membuat makanan ini unik dan istimewa adalah penggunaan alas atau tatakannya berupa daun simpur. "Alasnya ini kita pakai daun simpur, khas Belitung. Di tempat lain tidak ada sepertinya," ujar Verawati.
Sebagai informasi, Mi Atep Belitung berdiri sejak 1973 dengan harga per porsi pertama kali hanya Rp35. Sementara saat ini harganya mencapai Rp18.000.
Terkait pandemi Covid-19, Verawati mengaku pendapatannya menurun sangat drastis. Dalam satu hari saja hanya mampu menjual mi sebanyak 40 porsi. Sedangkan saat sebelum pandemi, penjualannya rata-rata di atas 100 porsi.
"Dulu, sebelum pandemi bisa laku 100 porsi lebih. Kalau sekarang dapat 40 porsi saja sudah banyak," ujarnya.
Meski demikian, konsumen Mi Atep ini tak main-main. Banyak yang datang dari kalangan artis dan pejabat Indonesia. Hal tersebut terlihat dari sejumlah foto yang dipajang di resto yang terletak di Jalan Sriwijaya No. 27, Kelurahan Kampung Parit, Tanjung Pandan, Belitung.
Editor: Vien Dimyati