Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Bonatua Silalahi Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Autentifikasi Ijazah Diwajibkan
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Pangan Fungsional yang Berkhasiat untuk Kekebalan Tubuh dan Kesehatan 

Jumat, 02 September 2022 - 21:54:00 WIB
Mengenal Pangan Fungsional yang Berkhasiat untuk Kekebalan Tubuh dan Kesehatan 
Mengenal pangan fungsional (Foto: Healthline)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Memilih makanan sehat dan bernutrisi menjadi pilihan penting. Apalagi di masa pandemi Covid-19, masyarakat mulai beralih ke makanan sehat.

Makanan sehat tidak hanya yang bersifat modern, Anda juga bisa mendapatkannya dari makanan lokal yang ada di sekitar. Maka itu, penting untuk memanfaatkan pangan fungsional untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Guru Besar IPB dan Ketua Tim Pakar Indofood Riset Nugraha (IRN), Prof Purwiyatno Hariyadi mengatakan, pangan fungsional adalah pangan yang memiliki khasiat fungsional ekstra di luar fungsi tradisional yang memiliki zat gizi.

"Jika pangan tradisional bisa diidentifikasi, maka bisa menjadi pangan fungsional," ujar Prof Purwiyatno, melalui keterangan virtualnya, belum lama ini.

Dia mencontohkan, tempe merupakan salah satu pangan tradisional, namun bisa menjadi fungsional jika diidentifikasi lagi. 

"Jika tempe diidentifikasi dan memiliki sifat lain sebagai vitamin dan antioksida, maka tempe berpotensi jadi pangan fungsional. Selain itu, ada minyak sawit. Kalau jadi sumber minyak itu konvensional. Tapi kalau minyak sawit tersebut mengandung betakaroten tinggi, antioksidan bagus dan bisa perbaiki kesehatan mata serta berhubungan menangkal radikal bebas ini jadi berpotensi sebagai pangan fungsional," kata Prof Purwiyatno menjelaskan.

"Pangan tidak hanya sebagai sumber gizi tapi juga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat. Sekarang pangan yang penting untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Makan itu, banyak pangan tradisional yang perlu diteliti lebih lanjut," kata dia.

Perlu diketahui, pemenuhan kebutuhan pangan masih menjadi tantangan bersama. Terlebih dengan populasi dunia yang terus meningkat dan perubahan iklim memengaruhi produksi pangan, sehingga diperlukan solusi dan terobosan yang sustainable untuk keamanan pangan nasional.

Melalui Program Indofood Riset Nugraha (IRN) tahun akademik 2022 / 2023, diharapkan mahasiswa S1 tingkat akhir dapat meneliti potensi pangan Indonesia.

Direktur PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan Ketua Program IRN Suaimi Suriady mengatakan, saat ini dunia menghadapi tantangan berat dan nyaris tiada henti.

Menurut dia, berbagai krisis seperti perubahan iklim, tensi geopolitik dan juga Covid-19 yang memasuki tahun ke-3 memengaruhi cadangan pangan dunia dan mendisrupsi rantai pasok global, sehingga menyebabkan terjadi kenaikan harga pangan yang dipengaruhi langsung oleh kenaikan harga energi dan pupuk.

"Dalam menjawab tantangan tersebut, telah terjadi perubahan besar terhadap pendekatan produksi pangan dengan munculnya teknologi baru untuk produksi pangan, meningkatnya upaya eksplorasi sumber pangan baru yang berasal dari laut dan darat, baik sumber daya nabati 
maupun hewani," kata Suaimi.

Dia menambahkan hal ini menjadi tantangan Pemerintah Indonesia untuk segera mencari alternatif sumber pangan baru baik secara individual ataupun kolektif. 

Langkah pemerintah dalam mencari sumber pasokan pangan baru atau diversifikasi pangan sejalan dengan Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2022-2023 yang ingin berkontribusi dalam menjawab tantangan pangan tersebut. 

"Kami mengundang mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia, untuk menyampaikan ide-ide baru dan gagasan segarnya dalam menghasilkan penelitian-penelitian terkait upaya penganeka ragaman pangan," kata dia.

Mempertimbangkan kondisi saat ini, maka Program Indofood Riset Nugraha (IRN) periode 2022-2023 menetapkan tema Penelitian Pangan Fungsional Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal. 

Objek penelitian adalah sumber pangan yang berasal dari pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, kelautan serta perternakan. Adapun cakupan bidang penelitian meliputi bidang agro teknologi (budidaya), teknologi proses dan pengolahan, gizi dan kesehatan masyarakat, serta bidang sosial, budaya, ekonomi dan pemasaran.

"Kami berharap mahasiswa yang bergabung dalam program IRN akan berhasil menciptakan terobosan, solusi 
pangan yang sustainable berbasis potensi dan kearifan lokal yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia, daya saing bangsa serta pada akhirnya dapat mendukung kemandirian pangan dan gizi nasional," tutur Suaimi.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut