Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Camilan Praktis Makin Digemari Gen Z, Ini Alasannya
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Pentingnya Minum Susu untuk Gaya Hidup

Selasa, 07 Mei 2019 - 12:45:00 WIB
Mengenal Pentingnya Minum Susu untuk Gaya Hidup
Pentingnya minum susu (Foto: Wide Open Eats)
Advertisement . Scroll to see content

BANDUNG, iNews.id - Hari susu sedunia atau susu Nusantara yang jatuh setiap 1 Juni diperingati negara-negara di dunia. Peringatan ini semakin menegaskan pentingnya minum susu dalam keseharian dan gaya hidup.

Di lain sisi, pada Mei menjadi bulan yang identik dengan pentingnya pendidikan. Susu lekat dengan label sebagai minuman kesehatan, kebugaran dan penuh gizi. Namun, manfaat susu terkadang masih belum tersampaikan dengan baik.

Menyambut hari susu sedunia dan juga hari pendidikan, Frisian Flag Indonesia (FFI) menggandeng Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran serta berbagai sekolah dasar untuk menyebarkan manfaat susu melalui sosialisasi atau edukasi.

"Tujuan FFI sebagai perusahaan adalah ‘Nourishing by Nature’ yang salah satu pilarnya adalah komitmen untuk memberikan gizi yang baik bagi anak-anak dan keluarga Indonesia. Kami berkomitmen untuk berperan aktif membantu pemerintah membangun keluarga kuat Indonesia," ujar Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro, melalui keterangannya.

Andrew menambahkan, saat ini, salah satu fokus FFI adalah membantu pemerintah memerangi stunting yang masih diderita oleh sebagian anak-anak Indonesia dengan penyebaran informasi berbasis ilmiah kepada mahasiwa, pemberian susu dan pembangunan fasilitas olahraga kepada anak-anak sekolah dasar.

"Kerjasama ini bukan dilandasi oleh 'Apa yang bisa kami lakukan untuk mereka' tetapi pada 'Apa yang bisa kita lakukan bersama untuk satu sama lain',” katanya.

Dia menambahkan, masih banyak kendala yang ditemukan dalam memopulerkan susu sebagai minuman sehat. Pada umumnya, pola makan sehari-hari orang Indonesia belum memenuhi gizi seimbang. Gizi seimbang diartikan sebagai ragam bahan makanan yang berkualitas, jumlah dan proporsi yang sesuai sehingga dapat memenuhi kebutuhan gizi seseorang guna pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.

Hasil studi SEANUTS (South East Asian Nutrition Survey) yang diinisiasi oleh Friesland Campina pada 2012 terhadap lebih dari 16.000 anak usia 6 bulan-12 tahun, menunjukkan, anak-anak Indonesia mengalami berbagai permasalahan terkait dengan kesehatan dan gizi, seperti gaya hidup kurang aktif, malnutrisi, kekurangan vitamin D serta gangguan pertumbuhan fisik atau stunting.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2017, konsumsi susu masyarakat Indonesia hanya 16,5 liter per kapita per tahun dari target 20 liter per kapita per tahun. Konsumsi ini merupakan yang terendah di Asia Tenggara dengan Brunei Darussalam yang mencapai 129.1 liter, Malaysia dengan 50.9 liter, Singapura sebanyak 46.1 liter, dan bahkan masih jauh lebih sedikit dibandingkan dari Vietnam yang berada di angka 20.1 liter susu per kapita per tahun.

Dalam menu masyarakat modern, susu menjadi minuman yang wajib ada dalam kehidupan manusia sehari-hari. Hal ini tercermin dari berbagai aturan makan yang dianjurkan oleh pemerintah di berbagai belahan dunia. Di Amerika ada yang namanya My Plate, Indonesia dulu mempunyai 4 Sehat 5 Sempurna yang lalu disempurnakan menjadi Pedoman Gizi Seimbang.

Pengetahuan akan pentingnya susu bahkan sudah dimulai ketika manusia mulai beralih dari berburu ke bertani. Jadi kehidupan manusia memang berkaitan erat dengan konsumsi susu. "Mitos seputar susu harus dihilangkan lewat praktik minum susu disertai riset tentang perilaku minum susu. Pemahaman gizi yang keliru ini akan mengakibatkan tidak terpenuhinya asupan gizi sesuai dengan kebutuhan. Padahal susu merupakan salah satu asupan gizi yang memenuhi segala kebutuhan tubuh. Selain itu, dengan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap susu akan menciptakan domino efek yang baik terhadap industri. Produksi susu nasional yang baru bisa mencukupi 20 persen kebutuhan pasar bisa semakin ditingkatkan karena adanya permintaan nyata dari masyarakat,” ujar Dekan Fakultas Peternakan Universitas Padjadjaran Husmy Yurmiati.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut