Mengenal Sejarah Rendang, Kuliner Tanah Minang yang Terkenal di Mancanegara
JAKARTA, iNews.id - Dinobatkan sebagai hidangan yang menduduki peringkat pertama dalam world’s 50 Most Delicious Foods, kelezatan rendang kian mendunia. Memiliki cita rasa gurih dengan campuran berbagai bumbu rempah, membuat Rendang digemari banyak orang. Kelezatannya bahkan bisa membuat Anda ketagihan.
Namun, di balik rasanya yang nikmat, Rendang menyimpan nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi bagi Suku Minang. Masakan tradisional khas Padang ini memiliki posisi terhormat dalam hidup bermasyarakat di Minangkabau. Rendang memiliki filosofi yang cukup erat dalam kehidupan, yaitu musyawarah dan mufakat yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang.
Bahan pertama yaitu dagiang atau daging sapi. Bahan utama ini melambangkan niniak mamak dan bundo kanduang, di mana mereka akan memberi kemakmuran pada anak pisang dan anak kemenakan. Bahan kedua karambia atau kelapa, yang melambangkan kaum intelektual.
Dalam bahasa Minang disebut Cadiak Pandai, di mana mereka merekatkan kebersamaan kelompok maupun individu. Bahan ketiga lado atau sambal, sebagai lambang alim ulama yang tegas dan pedas dalam mengajarkan agama. Kemudian bahan terakhir pemasak atau bumbu melambangkan keseluruhan masyarakat Minangkabau.

"Bagi masyarakat Minangkabau, Rendang bukan sekadar makanan belaka. Namun memiliki posisi terhormat dalam budaya. Itulah sebabnya, Rendang menjadi hidangan wajib dalam tradisi Minangkabau, baik dalam adat ataupun menyambut tamu kehormatan. Ingin mengenal Rendang lebih dekat lagi? Yuk, simak video selengkapnya di channel Youtube Pesona Indonesia!" tulis Instagram @pesonaid_travel, dikutip Sabtu (6/7/2019).
Nama Rendang dipercaya berasal dari kata Marandang yang artinya memasak lama dalam bahasa Minang. Pada zaman dulu, Rendang dihidangkan dalam berbagai acara adat ataupun keseharian. Sebagai masakan tradisi, konon Rendang lahir sejak orang Minang menggelar acara adat. Masakan ini kemudian berkembang ke kawasan Mandailing, Riau, dan Jambil. Karena itulah, Rendang dikenal luas di Pulau Sumatera.
Editor: Vien Dimyati