Menjelajahi Cita Rasa Chiang Rai lewat Sajian Istimewa di Kahavadi, Dijamin Jatuh Hati
CHIANG RAI, iNews.id - Perjalanan ke Chiang Rai, Thailand, bukan hanya tentang menjelajahi kuil-kuil dengan arsitektur yang memukau atau menikmati suasana kota yang tenang. Ada pengalaman lain yang tak kalah menarik untuk dinikmati, yakni mencicipi ragam kuliner yang disajikan dengan karakter dan keistimewaannya masing-masing.
Selama menginap di Kahavadi Chiang Rai, Curio Collection by Hilton, penulis berkesempatan menjajal sejumlah sajian yang meninggalkan kesan. Mulai dari hidangan khas Thailand yang akrab di telinga, kudapan manis dengan sentuhan lokal, minuman herbal khas Chiang Rai, hingga pengalaman fine dining yang disiapkan secara khusus oleh tim kuliner resor.
Pengalaman kuliner ini terasa seperti perjalanan tersendiri. Setiap tempat menawarkan suasana berbeda, begitu pula dengan makanan dan minuman yang disajikan.
Seperti apa perjalanan mencicipi makanan Chiang Rai, Thailand, dalam perjalanan iNews.id bersama Scoot ini? Simak ulasan selengkapnya.

Sebelum memulai petualangan rasa, tamu yang tiba di Kahavadi Chiang Rai disambut dengan welcome drink bernama Dragon Blood Tea. Minuman berwarna merah pekat ini langsung mencuri perhatian lewat tampilannya yang begitu mencolok.
Dragon Blood Tea merupakan seduhan herbal dari kulit batang Dracaena cambodiana, tanaman yang berasal dari kawasan Chiang Rai. Dalam tradisi herbal masyarakat Thailand utara, bahan ini dikenal dan digunakan secara turun-temurun.
Disajikan dingin, minuman tersebut terasa cocok untuk menyegarkan tubuh setelah perjalanan panjang. Warna merahnya yang intens juga memberikan pengalaman berbeda dari welcome drink pada umumnya.
Tak hanya itu, tamu juga disuguhi snack manis bernama Homemade Nang Lae Pineapple Cookie. Kue nanas buatan rumahan ini disajikan sebagai welcome snack. Saat penulis mencicipinya, rasa dari snack itu seperti sedang makan nastar.
Ukurannya yang mungil membuatnya cocok dinikmati sebagai teman minum teh atau kopi. Kehadiran kudapan tersebut juga menjadi sentuhan kecil yang membuat pengalaman menginap terasa lebih personal.
Sajian ini menjadi pembuka yang menarik sebelum penulis menjelajahi menu-menu lain di dalam resor.
Menu menarik bisa ditemukan di Larderley. Restoran ini menjadi tempat iNews.id mencicipi sejumlah hidangan, mulai dari makanan utama hingga pencuci mulut khas Thailand.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Tom Yum Kung. Sup khas Thailand ini dikenal dengan perpaduan rasa asam, pedas, dan gurih yang menjadi ciri khasnya. Aroma rempahnya menghadirkan karakter kuat sejak hidangan tersaji di meja.

Ada pula Pad Thai, salah satu sajian Thailand yang sudah dikenal luas. Hidangan mi tumis ini menawarkan perpaduan rasa yang kaya, dengan karakter gurih dan sedikit manis.
Pad Thai menjadi pilihan menarik bagi pencinta kuliner yang ingin menikmati hidangan lokal dengan cita rasa yang relatif mudah diterima. Spesialnya, penulis dibuatkan menu spesial langsung dari Chef kritphan jitmanowan, Chef de Cuisine Kahavadi Chiang Rai.

Pengalaman bersantap kemudian berlanjut ke menu manis, yakni Mango Sticky Rice with Coconut Ice Cream. Ketan pulen berpadu dengan mangga dan es krim kelapa, menghadirkan kombinasi rasa serta tekstur yang menarik. Manisnya buah mangga bertemu dengan kelembutan ketan, sementara es krim kelapa memberikan sensasi dingin yang menyegarkan.
Menu lain yang patut dicoba adalah Kanom Wong, kudapan tradisional Thailand yang memiliki bentuk khas menyerupai cincin. Camilan ini menjadi salah satu pilihan untuk mengenal sisi lain kuliner lokal di luar hidangan utama yang lebih populer.

Ketika suasana mulai berganti, petualangan kuliner berlanjut ke The Ledger Bar Kahavadi Chiang Rai. Di tempat ini, penulis mencoba dua racikan koktail, yakni The Crimson Cocktail dan The Invisible Cargo.
Keduanya menjadi bagian dari pengalaman menikmati sisi lain Kahavadi, kali ini melalui racikan minuman yang disajikan di bar.

Nama The Crimson Cocktail langsung mengingatkan pada warna merah yang juga menjadi daya tarik Dragon Blood Tea. Sementara The Invisible Cargo menawarkan pengalaman berbeda melalui racikan khas bar tersebut.
Dua minuman ini melengkapi perjalanan kuliner di Kahavadi. Setelah mencicipi hidangan Thailand dan kudapan manis, suasana bar memberikan pilihan untuk menikmati waktu dengan cara yang lebih santai.
Puncak pengalaman kuliner penulis di Kahavadi Chiang Rai hadir melalui sesi fine dining di Tasabiang. Dalam kesempatan ini, seluruh hidangan disiapkan dan disajikan oleh Chef Kritphan Jitmanowan, Chef de Cuisine Kahavadi Chiang Rai.
Sejak hidangan pertama tersaji, perhatian langsung tertuju pada tampilannya. Setiap menu dirancang dengan begitu cermat. Penataan makanan di atas piring terlihat indah, memperlihatkan bahwa pengalaman bersantap fine dining tidak hanya berbicara tentang rasa, tetapi juga presentasi.

Satu per satu hidangan hadir dengan karakter masing-masing. Ada kesan istimewa dari cara setiap sajian dipersiapkan, mulai dari tampilannya hingga pengalaman ketika mencicipinya.
Seluruh menu yang disajikan terasa enak di lidah. Perpaduan rasa dan presentasi membuat sesi makan malam ini menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan selama berada di resor.
Pada akhirnya, pengalaman kuliner di sebuah destinasi tak selalu harus dimulai dari restoran yang ramai dibicarakan atau tempat makan yang berada di pusat kota. Terkadang, berbagai cerita rasa justru bisa ditemukan di tempat menginap.
Di Kahavadi Chiang Rai, pengalaman itu hadir melalui sajian khas Thailand, kudapan buatan sendiri, racikan minuman, hingga hidangan fine dining. Masing-masing memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus memberikan kesempatan untuk mengenal Chiang Rai melalui cara yang sederhana tetapi berkesan, menikmati makanannya.
So, dari menu-menu tersebut, Anda paling penasaran dengan yang mana?
Editor: Muhammad Sukardi