Pelestarian Kuliner Nusantara lewat Regenerasi Petani Milenial

Astri Novia ยท Kamis, 26 September 2019 - 20:08 WIB
Pelestarian Kuliner Nusantara lewat Regenerasi Petani Milenial

Pelestarian Kuliner Nusantara (Foto : iNews.id/Astri Novia)

JAKARTA, iNews.id - Indonesia memiliki ragam kuliner Nusantara yang khas. Selain lezat, kuliner Indonesia memiliki cita rasa yang khas. Jika tidak dilestarikan, kuliner Nusantara bisa punah.

Maka itu, sudah menjadi kewajiban generasi milenial untuk melestarikan kuliner Nusantara. Salah satunya melalui regenerasi petani milenial, yang dapat menjaga pelestarian cita rasa kuliner Nusantara.

Perlu diketahui, dari tahun ke tahun, jumlah petani di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Salah satu penyebabnya, kurangnya regenerasi petani, yang menyebabkan penyusutan lahan serta penurunan produktivitas maupun kualitas hasil pertanian.

Brand Manager Bango PT Unilever Indonesia Tbk, Nando Kusmanto mengatakan, program "Petani Muda" merupakan upaya untuk mendorong regenerasi petani agar cita rasa kuliner Indonesia tetap terjaga dari generasi ke generasi.

"Salah satu prioritas Bango saat ini, kami ingin menjaga cita rasa kelezatan asli untuk terus ada. Bagaimana supaya kita terus merasakan masakan Indonesia itu sangat berkaitan erat dengan petani. Nah, kita menyadari betapa pentingnya petani itu terus ada, untuk menghasilkan bahan-bahan baku Indonesia untuk menghasilkan kelezatan yang khas. Karena itu perlu regenerasi petani. Supaya karyanya tidak hilang, terus menghasilkan bahan-bahan yang terbaik dari Indonesia agar kita tetap bisa olah menjadi makanan yang terbaik," kata Nando pada saat konferensi pers di Cerita Rasa Bango, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2019).

Untuk mendorong regenerasi petani dan menjamin ketersediaan pasokan bahan pangan berkualitas dalam jangka panjang, Bango kini menggagas "Program Petani Muda", berkolaborasi dengan The Learning Farm Indonesia.

Program ini secara bertahap akan memberikan pembinaan intensif bagi masing-masing 25 hingga 40 petani muda potensial. Terutama tentang keterampilan hidup lewat pendidikan bercocok tanam dan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan. Kesempatan yang langka ini juga akan membuka peluang bagi mereka untuk menjadi agen perubahan.


Editor : Vien Dimyati