Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Singapura Bersedih, Rumah Makan Nasi Padang Tertua Tutup setelah 78 Tahun Beroperasi
Advertisement . Scroll to see content

Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama

Minggu, 01 Februari 2026 - 20:16:00 WIB
Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama
Perbedaan Green Tea dan Matcha yang Serupa Tapi Tak sama (Ilustrasi:AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perbedaan green tea dan matcha sering kali membingungkan, padahal keduanya sama-sama populer di kalangan pencinta minuman sehat. Meskipun berasal dari tanaman yang sama, cara pengolahan dan konsumsinya menghasilkan karakter unik masing-masing.

Lantas, apa saja perbedaan green tea dan matcha? Simak penjelasan berikut ini.

Perbedaan Green Tea dan Matcha

Asal Usul dan Proses Produksi

Keduanya dibuat dari daun tanaman Camellia sinensis, tetapi petani Jepang memiliki trik khusus untuk matcha. Daun tencha sebagai bahan baku matcha ditumbuhkan di tempat teduh selama 3–4 minggu sebelum panen. Hal ini membuat daunnya kaya klorofil dan asam amino, sehingga warnanya hijau cerah.

Setelah dipetik, daun dikeringkan, lalu digiling menjadi bubuk halus menggunakan batu granit tradisional. Proses ini memerlukan waktu berjam-jam agar teksturnya lembut seperti bedak.

Green tea biasa memiliki proses berbeda. Daunnya dipanen dari sinar matahari langsung, kemudian diproses secara cepat: dipanaskan untuk menonaktifkan enzim, digulung, dan dikeringkan.

Hasilnya adalah daun utuh atau bentuk longgar yang siap diseduh. Tidak ada penggilingan, sehingga produksi green tea lebih sederhana dan murah. Bayangkan saja, matcha seperti versi premium yang dirawat secara ekstra dari lahan hingga menjadi bubuk.

Bentuk Fisik dan Cara Penyajian

Green tea biasanya berbentuk daun kering atau kantong celup, diseduh dengan air panas 70–80 °C selama 1–3 menit.

Daunnya dibuang setelahnya, sehingga tinggal dinikmati cairannya yang bening keemasan. Praktis untuk segelas cepat di pagi hari.

Matcha justru sangat berbeda. Bubuknya dicampur langsung ke air panas menggunakan chasen (alat pengocok bambu) hingga berbusa.

Seluruh bubuk diminum, termasuk serat daunnya. Hal ini membuat matcha memiliki tekstur kental seperti smoothie ringan.

Di Jepang, upacara teh matcha menggunakan mangkuk khusus, tetapi di rumah bisa menggunakan shaker biasa. Perbedaan ini saja sudah membuat pengalaman minumnya kontras.

Rasa, Aroma, dan Tekstur

Coba tutup mata dan bayangkan: green tea memiliki rasa ringan dan segar seperti rumput basah setelah hujan, dengan sentuhan manis alami serta sedikit sepat di akhir. Aromanya lembut, cocok untuk pecinta minuman ringan yang tidak mengganggu lidah.

Matcha lebih berani. Rasanya umami kuat, campuran manis, pahit halus, dan earthy seperti sayur segar.

Tekstur creamy dari bubuknya membuat mulut terasa penuh. Aromanya intens, terutama jika grade seremonial. Jika baru mencoba matcha, mungkin terkejut pada awalnya, tetapi lama-kelamaan akan ketagihan karena kompleksitasnya.

Kandungan Nutrisi dan Antioksidan

Ini merupakan poin krusial dari perbedaan green tea dan matcha. Keduanya kaya EGCG (epigallocatechin gallate), jenis katekin antioksidan super yang melawan radikal bebas.

Namun, matcha unggul karena seluruh daunnya dikonsumsi, sehingga nutrisinya terserap hampir 100%. Penelitian di Journal of Food Science menunjukkan matcha memiliki 137 kali lebih banyak antioksidan daripada green tea biasa per gram.

Matcha juga tinggi L-theanine, asam amino yang membuat rileks sekaligus fokus—kombinasi sempurna dengan kafeinnya (sekitar 70 mg per cangkir dibandingkan 30–50 mg di green tea).

Klorofilnya membantu detoks hati, sementara seratnya mendukung pencernaan. Green tea tetap baik untuk metabolisme dan jantung, tetapi dosis nutrisinya lebih rendah karena daun dibuang.

Studi dari PMC (PubMed Central) membandingkan komposisi kimia: kafein matcha mencapai 18,9–44,4 mg/g, lebih tinggi daripada green tea 11,3–24,67 mg/g. Ini membuat energi matcha lebih stabil tanpa jittery.

Manfaat Kesehatan Berdasarkan Penelitian

Green tea terkenal menurunkan risiko kanker dan penyakit jantung berkat polifenolnya.

Meta-analisis di American Journal of Clinical Nutrition menyatakan konsumsi rutin dapat menurunkan LDL kolesterol 5–10 mg/dL.

Matcha lebih superior. Penelitian di ScienceDirect (2025) menunjukkan matcha membantu mengendalikan obesitas dan diabetes melalui efek metabolisme yang lebih baik. L-theanine-nya mengurangi stres serta meningkatkan kognisi cocok untuk pekerja kantor atau belajar. 

Satu studi ResearchGate menyebutkan matcha ceremonial dengan klorofil dan kafeinnya mendukung sifat kuliner sehat tanpa mengubah rasa secara ekstrem.

Mana yang dipilih? Jika ingin ringan harian, green tea. Untuk dorongan nutrisi maksimal, matcha. Namun, hati-hati karena matcha bisa terlalu kuat untuk perut sensitif.

Harga, Kualitas, dan Perbandingan Utama

Matcha asli Jepang (Uji atau Nishio) harganya mahal, Rp200.000–1 juta per 30 gram, karena proses manual. Green tea lokal atau China hanya Rp20.000–50.000 per 100 gram. 

Perbedaan green tea dan matcha terlihat dari bentuknya yang kontras. Green tea berupa daun kering atau celup siap seduh, sementara matcha adalah bubuk halus seperti tepung hijau cerah. Rasa green tea ringan dan segar seperti rumput basah dengan sentuhan manis alami, sedangkan matcha memiliki profil umami kuat yang pahit-manis serta earthy dengan tekstur creamy. 

Kandungan kafein green tea sekitar 30–50 mg per cangkir, lebih rendah dibandingkan matcha yang mencapai 70 mg per cangkir untuk energi stabil.  Antioksidan EGCG di matcha 137 kali lebih tinggi per gram daripada green tea karena seluruh daunnya diminum. 

Harga green tea jauh lebih murah (Rp20.000–50.000 per 100 gram), sementara matcha premium Jepang bisa Rp200.000–1 juta per 30 gram.  Cara penyajiannya pun berbeda, green tea diseduh lalu daun dibuang, tapi matcha dikocok langsung dengan air panas hingga berbusa.

Tips Membeli Matcha

Matcha berkualitas memiliki warna hijau terang, bukan kuning pucat (tanda tua). Green tea pilih yang daunnya utuh dengan aroma segar. Simpan keduanya di tempat gelap dan dingin agar antioksidan tetap awet.

Efek Samping 

Keduanya aman, tetapi kafein matcha bisa menyebabkan insomnia jika berlebihan. Green tea lebih aman untuk anak-anak atau ibu hamil. Matcha cocok untuk atlet atau mereka yang membutuhkan fokus panjang.

Perbedaan green tea dan matcha terletak pada proses, rasa, dan nutrisi. Matcha unggul dalam konsentrasi, green tea dalam kemudahan. Pilih sesuai gaya hidupmu, dan nikmati manfaatnya secara rutin. Mana yang kamu pilih matcha atau green tea?

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut