Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Deretan Makanan Dikira Sehat Padahal Harus Dihindari
Advertisement . Scroll to see content

Sehat Minum Empon-Empon Modern Terbuat dari Temulawak hingga Kulit Delima

Kamis, 26 November 2020 - 22:32:00 WIB
Sehat Minum Empon-Empon Modern Terbuat dari Temulawak hingga Kulit Delima
Empon-Empon memperkuat kekebalan tubuh (Foto: elgalabwater)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19, memilih makanan sehat dan bergizi menjadi pilihan tepat. Namun, makanan saja tidak cukup tanpa adanya asupan vitamin untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Deretan empon-empon, seperti kunyit, jahe, temulawak, dan lainnya sangat populer di masa pandemi saat ini. Jadi jangan lewatkan untuk terus mengonsumsi herbal alami ini.

Ada banyak cara untuk mengonsumsi empon-empon, yaitu dijadikan minuman dan makanan. Untuk lebih praktis, Anda juga bisa mendapatkan dari suplemen.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), Dr. (Cand) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal) mengatakan, Indonesia sangat kaya akan tanaman obat yang unggul. Bahkan, Pemerintah Indonesia telah mendukung sejumlah riset untuk pengembangan obat tradisional dan jamu Indonesia karena merupakan warisan budaya yang telah terbukti secara empiris memelihara kesehatan tubuh.

"Kita hendaknya bisa mengenali dengan baik kandungan yang telah terbukti membawa manfaat bagi tubuh," kata dr. Inggrid Tania, di Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Menurut dr Inggrid, tanaman asli Indonesia seperti kunyit, temulawak, dan jahe merah, mengandung zat aktif yang dapat membantu meningkatkan sistem imun tubuh. Sedangkan kulit delima, kulit manggis dan temu kunci telah dikenal luas memiliki khasiat terpercaya untuk meningkatkan kesehatan.

Lebih jauh dr Inggrid mengatakan, temulawak, yang merupakan tanaman herbal khas Indonesia, berfungsi sebagai adaptogen yaitu zat yang mampu meregulasi hormon agar beradaptasi dengan stres fisik maupun lingkungan, sehingga mampu meningkatkan stamina dan energi.

Sedangkan Jahe merah memiliki efek imunostimulan dengan kandungan zat aktif gingerol, shogaols dan antosianidin untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta aktivitas fagositosis yang kuat. Adapun Kunyit dengan zat aktif kurkumin yang dikandungnya, mampu meningkatkan respons imunitas seluler disertai efek antiinflamasi yang kuat.

“Kulit manggis memiliki kandungan aktif Xanthone yang mampu menetralkan radikal bebas 5 kali lebih kuat dibandingkan vitamin A, C dan E. Sedangkan kulit delima dengan zat aktif Granatonine dapat mencegah kerusakan DNA, sedangkan temu kunci dengan zat aktif panduratin dapat menghambat penuaan dini. Kulit manggis, kulit delima, dan temu kunci merupakan kombinasi optimal dari bahan antioksidan yang dapat membantu mencegah terbentuknya sel-sel kanker,” kata dr Inggrid.

Sementara itu, Managing Director PT Tunggal Group, dr. Hendra Gunawan, MBA, mengatakan, dengan ragam tanaman herbal yang tumbuh di Indonesia, pihaknya percaya setiap orang dapat memeroleh manfaat khasiat kesehatan alami dari produk herbal modern yang dapat menjaga serta meningkatkan kesehatan dan imunitas yang optimal secara bersamaan.

"Dalam menjalani aktivitas di tengah pandemi, masyarakat seyogyanya tetap waspada dengan selalu menomorsatukan kesehatan dan imunitas tubuh secara bersamaan," kata dia.

Hendra menambahkan, dengan memanfaatkan keunggulan dari sejumlah bahan herbal Indonesia, TIA Pharma menghadirkan Herbatia Sari Imuno dan Herbatia Sari Oxyfit. Herbal ini dapat menjadi alternatif pendamping gaya hidup sehat di tengah pandemi.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut