Sensasi Fine Dining di Gedung Tertinggi Indonesia, Makan Sambil Menatap Langit Jakarta
JAKARTA, iNews.id – Jakarta kini menawarkan pengalaman bersantap yang tak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mata. Dari ketinggian lantai 100 Autograph Tower, pengunjung bisa menikmati sajian fine dining sambil memandang hamparan ibu kota dari salah satu titik tertinggi di Indonesia.
Pengalaman tersebut hadir melalui kembalinya restoran Akira Back ke Jakarta. Setelah sebelumnya pernah hadir di ibu kota pada 2014, restoran yang mengusung nama Chef Akira Back ini kembali dengan konsep baru di Autograph Tower, Thamrin Nine.
Bukan sekadar berpindah lokasi, kehadiran kali ini menawarkan pengalaman makan yang berbeda. Panorama Jakarta menjadi bagian dari suasana bersantap, terutama bagi mereka yang datang untuk menikmati makan malam atau merayakan momen tertentu.
"Kembali ke Jakarta, di titik tertinggi kota ini, merupakan sebuah kehormatan. Kota ini selalu memiliki tempat istimewa di hati saya. Kini, kami merayakannya dari ketinggian," ujar Chef Akira Back dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).
Berada di lantai 100, pengunjung tidak hanya disuguhi rangkaian hidangan, tetapi juga pemandangan gedung-gedung Jakarta yang membentang hingga ke kejauhan. Saat malam tiba, kerlap-kerlip lampu ibu kota menjadi latar yang melengkapi pengalaman fine dining.
Dari sisi menu, sajian yang dihadirkan memadukan teknik kuliner Jepang dengan sentuhan cita rasa Korea, dua pengaruh yang lekat dengan perjalanan Chef Akira Back.

Salah satu menu yang menjadi andalan adalah AB Tuna Pizza. Meski namanya pizza, hidangan ini tampil jauh dari bayangan pizza pada umumnya. Tuna disajikan di atas adonan tipis dan renyah, kemudian dipadukan dengan umami aioli, micro shiso, dan white truffle oil.
Menu lainnya adalah 48 Hour Short Rib, sajian yang mengandalkan proses memasak panjang selama 48 jam. Hidangan ini menjadi salah satu contoh pendekatan yang menitikberatkan pada waktu, teknik, dan ketelitian dalam proses pengolahan.
Untuk pencuci mulut, ada Truffle Ice Cream Pizza, sajian manis yang menjadi interpretasi berbeda dari salah satu hidangan khas restoran tersebut.
Perpaduan menu Jepang dan Korea bukan tanpa alasan. Akira Back merupakan chef kelahiran Korea yang membangun karier kulinernya di Amerika Serikat. Sebelum berkecimpung di dapur profesional, dia bahkan sempat meniti karier sebagai atlet snowboard.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya ke dunia kuliner internasional. Pada 2008, dia membuka Yellowtail di Bellagio, Las Vegas, sebelum mengembangkan konsep restorannya ke berbagai kota di dunia.
Pengalaman lintas negara itu kemudian turut membentuk karakter masakannya yang tidak terpaku pada satu tradisi kuliner.
Kehadiran restoran fine dining di ketinggian seperti ini juga mencerminkan perubahan cara masyarakat menikmati pengalaman kuliner. Makan di luar kini tidak selalu sekadar mencari menu yang enak, tetapi juga suasana, pemandangan, dan cerita yang bisa dibawa pulang.
Restoran pun menjadi salah satu pilihan untuk merayakan ulang tahun, hari jadi, lamaran, pertemuan keluarga, hingga pencapaian tertentu.
Business Director Akira Back sekaligus Chief Strategic Officer Adhya Group, Irawan Sukma Nugraha, menilai Jakarta memiliki minat yang kuat terhadap pengalaman hospitality berkelas dunia.
"Pengalaman ini mencerminkan keyakinan kami terhadap kota ini dan tingginya minat masyarakat Indonesia terhadap pengalaman hospitality berkelas dunia,” ujar Irawan.
Dengan lokasi di salah satu gedung tertinggi di Indonesia, pengalaman bersantap di sini pada akhirnya menawarkan lebih dari sekadar rangkaian menu. Ada perpaduan cita rasa Jepang dan Korea, suasana yang dirancang lebih intim, serta panorama Jakarta yang berubah seiring waktu.
Editor: Muhammad Sukardi