Tips Memilih Sosis Berkualitas dan Lezat, Salah Satunya Hindari yang Elastis
JAKARTA, iNews.id - Sosis adalah makanan yang sangat populer di banyak negara. Ada banyak macam sosis yang tersedia dengan jenis berbeda. Tetapi, terlepas dari berbagai sosis yang berbeda, akan sangat sulit untuk menemukan produk berkualitas tinggi.
Sosis terbuat dari daging cincang. Cara membuatnya juga dilakukan dengan pengasapan. Sosis terbaik biasanya menggunakan proses pengasapan dengan suhu 68-77 derajat. Dapat disimpan di kulkas selama empat bulan.
Lantas, bagaimana tips memilih sosis berkualitas dan lezat? Berikut ulasannya seperti dikutip melalui Bright Side, Selasa (1/10/2019).
Tekstur
Tekstur sosis saat dipotong harus terlihat kering, halus, rata, dan tanpa urat. Warnanya harus mendekati coklat. Jika berwarna merah terang, atau merah muda, ada sesuatu yang salah. Jika sosis dipotong mengalami pecah, itu berarti hampir tidak ada daging alami di dalamnya.
Kulit
Kulit luar sosis harus agak kusut, jika elastis, itu berarti sosis mengandung banyak air, dan banyak suplemen lain di dalamnya, seperti kedelai dan pati yang tidak seharusnya ada di sana. Tidak apa-apa jika terlihat jamur putih kering pada sosis. Selama tidak masuk ke dalam daging, itu dapat diterima. Sosis yang diasap dengan alami harus memiliki permukaan yang kering dan mengkilap. Jika suatu produk dibuat dengan asap cair, warna casing akan sedikit kusam dan oranye.
Aroma
Aroma sosis tidak seharusnya sangat kuat. Jika ada bau yang kuat, itu berarti ada beberapa perasa ditambahkan ke produk. Jika Anda bisa mencium banyak rempah, itu pertanda daging yang digunakan tidak segar.
Warna
Jika sosis mengandung lemak, tidak boleh berwarna kuning atau merah muda. Itu harus putih. Kalau tidak, sosisnya tidak segar atau mengandung banyak pewarna makanan. Jika Anda melihat di daftar bahan mengatakan produk tersebut mengandung kedelai, itu berarti hampir tidak ada daging dalam produk tersebut. Sebagai gantinya, ada beberapa campuran tulang rawan, kulit, dan lainnya. Pati dalam produk ini sama sekali tidak berbahaya. Ini digunakan sebagai bahan pengental untuk daging cincang.
Editor: Vien Dimyati