Ekonomi Global Pulih, Menko Darmin Pacu Investasi dan Ekspor

Isna Rifka Sri Rahayu · Rabu, 14 Februari 2018 - 12:45 WIB

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution (Foto: iNews.id/Isna)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah terus memanfaatkan momentum dari pulihnya perekonomian global. Berbagai hal pun dilakukan, di antaranya memacu investasi dan ekspor sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menekankan pentingnya dua indikator tersebut karena akan berpengaruh besar terhadap peningkatan perekonomian nasional.

"Negara sekitar kita yang memang market-nya lebih dari kita pasti akan melewati pertumbuhan ekonomi kita segera. Padahal sebetulnya beberapa tahun lalu kita lebih tinggi pertumbuhannya," kata Darmin dalam sebuah diskusi di kantornya, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Darmin menambahkan, untuk mendukung investasi, Jokowi menekankan adanya pembenahan perizinan usaha. Sebab, ada banyak permasalahan dari perizinan tersebut yang sifatnya teknis dan selama ini hal tersebut dirasakan oleh para investor.

"Kami di kantor Kemenko sudah memasuki bulan kelima dalam mencoba membedah dan menyelesaikan persoalan ini, setelah 16 paket ada banyak hal yang sifatnya teknis," kata dia.

Selain itu, Jokowi menginginkan untuk mengidentifikasi dan membuka pasar ekspor baru serta mempercepat penyelesaian perjanjian regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan Free Trade Agreement (Perjanjian Perdagangan Bebas/FTA).

Kemudian, pemerintah belakangan sudah fokus terhadap pengembangan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, bandara, kereta api, bahkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk jaringan broadband demi menunjang ekonomi digital.

"Ekonomi digital yang kita sebut palapa ring yang awal tahun depan itu kita akan meng-cover seluruh nusantara dengan kapasitas dan kecepatan apakah itu internet, produk digital lainnya dengan kapasitas kecepatan yang lebih tinggi," tuturnya.

Namun, karena Indonesia dinilai sudah melalui itu, Jokowi menginginkan untuk memulai pembangunan infrastruktur lain, seperti membangun kapasitas sumber daya manusia (SDM) serta ekonomi digital.

"Presiden ingatkan oke kita sudah lalui itu kita sudah masuk ke infrastruktur lain, apa yang harus kita perdalam? Itu mulai dari persoalan kapasitas SDM bahkan ekonomi digital itu sendiri," ucapnya.

Untuk itu, pemerintah membentuk dua program besar mengenai ekonomi karena memiliki bidang yang sangat luas. "Paling tidak ada dua area yang pasti kita hadapi dan kita harus mampu memasuki dan mengikuti iramanya," ujarnya.


Editor : Ranto Rajagukguk

KOMENTAR