The Silence Breaker, Tokoh Tahun Ini Versi Time
JAKARTA, iNews.id – Majalah Time menobatkan The Silence Breaker (pemecah kebisuan) sebagai tokoh tahun ini atau Person of The Year 2017. The Silence Breaker merujuk pada perbincangan global serta sekelompok perempuan yang turut menggelorakan kampanye perlawanan terhadap kekerasan dan pelecehan seksual.
Time menyebutkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berada di posisi kedua dan Presiden China Xi Jinping di urutan ketiga pada edisi tahunan tersebut.
Pemimpin redaksi Time Edward Felsenthal menunjukkan sampul Person of The Year 2017 pada Rabu (6/12/2017) yang menampilkan gambar selebritas Ashley Judd, Taylor Swift, mantan insinyur Uber Susan Fowler dan seorang wanita dengan wajah tak diperlihatkan, dimaksudkan untuk mewakili perempuan yang belum pernah tampil ke publik.
"Ini adalah perubahan sosial paling cepat yang kita lihat dalam satu dasawarsa terakhir. Ini dimulai dengan keberanian individu oleh ratusan wanita, dan beberapa pria, yang maju untuk menceritakan kisah pelecehan dan penyerangan seksual mereka," kata Felsenthal dikutip USA Today. "Gambar yang Anda lihat di sampul adalah sebagian wanita yang kami ajak bicara,”kata dia.
Pemilihan The Silence Breaker sebagai tokoh tahun ini dilatari terbongkarnya berbagai kasus pelecehan dan serangan seksual di Hollywood. Selama bertahun-tahun kasus-kasus itu ibarat gunung es. Para korban memilih diam karena berbagai alasan.
Namun semua berubah ketika hasil investigasi The New York Times dan The New Yorker membongkar sejumlah tuduhan kekerasan seksual yang dilakukan produser film papan atas Hollywood, Harvey Weinstein. Investigas itu dipublikasikan pada Oktober 2017.
Bintang film Alyssa Milano yang terhenyak dengan peristiwa itu memopulerkan tagar #MeToo (saya juga) untuk menunjukkan betapa kasus ini tidak hanya menimpa segelintir orang. Tagar itu dengan cepat menjadi viral dan berubah menjadi kampanye global.
Selebritas dunia hiburan Amerika satu demi satu bicara ke publik atas kasus yang pernah mereka alami. Ini seperti dilakukan Reese Witherspoon, Molly Ringwald, America Ferrera, dan Jennifer Lawrence. Selain di AS, tagar #MeToo juga digunakan banyak orang di berbagai penjuru dunia untuk meningkatkan kesadaran atas kasus ini.
”Jika semua perempuan yang pernah mengalami pelecehan atau serangan seksual menulis #MeToo pada statusnya, kita bisa menyebarkan fakta tentang besarnya kasus tersebut,” kata Alyssa Milano di akun Twitter pada Oktober lalu.
Menyusul investigasi itu Harvey Weinstein akhirnya dipecat dari perusahannya, Weinsten Company.
Editor: Zen Teguh