2 Perusahaan asal China dan Korea Siap Investasi Rp80 Triliun ke RI, Mau Garap Apa?

Iqbal Dwi Purnama
ilustrasi perusahaan asal China dan Korea mau investasi Rp80 triliun di RI (Foto: Freepik)

Menurutnya, investasi yang masuk ini merupakan buah dari kebijakan hilirisasi untuk komoditas nikel yang sudah dijalankan sejak tahun 2020 lalu. Hal ini membuat produsen harus datang ke Indonesia untuk mengolah bahan baku dari Indonesia sebelum bisa dijual ke luar negeri.

"Hilirisasi yang menyebabkan investasi ini meningkat di kuartal III 2024 ini. Sehingga memang kontribusi pertambangan cukup signifikan terhadap realisasi investasi kita," ucap Rosan.

Dalam kesempatan itu, Rosan mengatakan investasi menjadi instrumen penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Sebab hingga saat ini sektor konsumsi masyarakat dan belanja pemerintah cukup terbatas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga sektor investasi serta ekspor dan impor punya potensi yang masih besar untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya.

"Kalau kita mau mencapai pertumbuhan 6-8 persen kuncinya adalah di investasi dan ekspor, karena 2 ruang itu yang punya peluang untuk tumbuh dengan tinggi," ujar Rosan.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
3 jam lalu

Banjir Nepal: Korban Tewas Tembus 1.000 Orang, Ratusan Pekerja Terjebak di Terowongan PLTA

4 jam lalu

Purbaya Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen di 2027, Pacu Investasi Naik 7 Persen

8 jam lalu

Neraca Dagang RI Juli 2026 Surplus 0,12 Miliar Dolar AS, China Jadi Sumber Defisit Terbesar

8 jam lalu

Nepal Porak-poranda akibat Banjir, PM Shah: Kami Hadapi Bencana Tak Terbayangkan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal