JAKARTA, iNews.id – Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat posisi dana kelolaan hingga akhir tahun 2017 mencapai Rp367,88 triliun. Dana kelolaan tersebut melampaui target atau 106,85 persen dari target yang ditetapkan manajemen BPJS Ketenegakerjaan sebesar Rp317,26 triliun.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan tahun lalu tumbuh 15,96 persen dari posisi dana kelolaan tahun 2016. Pertumbuhan tersebut, kata dia, berasal dari pertumbuhan investasi dan bertambahnya iuran peserta.
Pada tahun lalu, hasil investasi BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp26,71 triliun atau mencapai 107,53 persen dari target yang ditetapkan Rp24,84 triliun. Pertumbuhan investasi tersebut tidak terlepas dari bagusnya kinerja instrumen investasi sepanjang 2017 seperti surat utang dan saham. Maklum saja, dua instrumen itu mendominasi (overweight) portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan.
Agus menjelaskan, alokasi investasi BPJS Ketenagakerjaan pada tahun lalu didominasi surat utang sebesar 58,70 persen diikuti saham sebesar 18,99 persen, deposito sebesar 12,46 persen, reksa dana 9,13 persen, properti 0,58 persen dan penyertaan modal 0,13 persen.
"Pengelolaan dana investasi tersebut memberikan tingkat pengembalian atau yield on investment (YOI) sebesar 9,4 persen,” kata Agus, Selasa (30/1/2018).