4 Dampak Perang Rusia-Ukraina, dari Krisis Energi Hingga Perang Dingin

Anggie Ariesta
Warga Luhanks, Ukraina, meratapi puing-puing bangunan yang hancur karena serangan bom Rusia. (Foto: Reuters)

Karena negara-negara Barat menghindari minyak Rusia, ada negara-negara di Timur yang meningkatkan impor minyak Rusia yang dijual dengan harga diskon.

Pada dasarnya negara-negara ini mengangkat lebih sedikit minyak Timur Tengah, yang pada gilirannya menjadi tersedia bagi negara-negara Eropa yang telah memilih untuk memboikot minyak Rusia. 

Permainan logistik penyeimbang yang mungkin menyeimbangkan ketersediaan minyak global secara keseluruhan dan menstabilkan harga di atas 100 dolar AS per barel.

3. Transisi Energi

Dari sisi mitigasi perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina telah menjadi berkah tersembunyi karena Eropa mempercepat rencana transisi energinya ke energi terbarukan (angin, surya, nuklir) untuk menggantikan impor bahan bakar fosil dari Rusia.

Tentu saja ada debit iklim terkait karena beberapa negara Eropa meningkatkan penggunaan batubara lokal untuk menggantikan gas dari Rusia.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Bahlil Minta Masyarakat Hemat BBM, Bijak Hadapi Krisis Global

Nasional
3 hari lalu

Purbaya Pastikan Indonesia Tak Darurat Energi, Jamin APBN Kuat

Nasional
17 hari lalu

Prabowo Dorong Transisi Energi, Targetkan Bangun 100 Gigawatt Pembangkit Tenaga Surya

Internasional
18 hari lalu

Thailand Krisis Energi, Warga Diimbau Tak Gunakan Baju Tangan Panjang hingga Batasi Penggunaan AC

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal