4 Dampak Perang Rusia-Ukraina, dari Krisis Energi Hingga Perang Dingin

Anggie Ariesta
Warga Luhanks, Ukraina, meratapi puing-puing bangunan yang hancur karena serangan bom Rusia. (Foto: Reuters)

Karena negara-negara Barat menghindari minyak Rusia, ada negara-negara di Timur yang meningkatkan impor minyak Rusia yang dijual dengan harga diskon.

Pada dasarnya negara-negara ini mengangkat lebih sedikit minyak Timur Tengah, yang pada gilirannya menjadi tersedia bagi negara-negara Eropa yang telah memilih untuk memboikot minyak Rusia. 

Permainan logistik penyeimbang yang mungkin menyeimbangkan ketersediaan minyak global secara keseluruhan dan menstabilkan harga di atas 100 dolar AS per barel.

3. Transisi Energi

Dari sisi mitigasi perubahan iklim, perang Rusia-Ukraina telah menjadi berkah tersembunyi karena Eropa mempercepat rencana transisi energinya ke energi terbarukan (angin, surya, nuklir) untuk menggantikan impor bahan bakar fosil dari Rusia.

Tentu saja ada debit iklim terkait karena beberapa negara Eropa meningkatkan penggunaan batubara lokal untuk menggantikan gas dari Rusia.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Bisnis
1 bulan lalu

Hari Sumpah Pemuda, Dirut Pertamina: Pemuda Penentu Sejarah Energi Masa Depan

Nasional
1 bulan lalu

PLTN Jadi Opsi Strategis Transisi Energi Nasional, Ditargetkan Beroperasi Mulai 2032

Internasional
2 bulan lalu

Trump dan Xi Jinping bakal Bertemu di Korea Selatan, Ini yang Dibahas

Bisnis
3 bulan lalu

Ketahanan Energi Jadi Prioritas, DEN Kejar Target Produksi Migas 1 Juta Barel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal