Kerimov yang berasal dari Dagestan, Rusia memiliki kekayaan bersih sebesar 10,5 miliar dolar AS atau Rp156,85 triliun. Pengusaha 57 tahun ini adalah ekonomi terlatih.
Dia berkarier dengan berinvestasi pada distressed assets atau aset-aset yang dihargai di bawah nilai pasar di negaranya. Dia juga menghasilkan uang dari saham Sberbank dan Gazprom.
Dia menguangkan dan banyak berinvestasi di bank global seperti Morgan Stanley, Goldman Sachs dan Deutsche Bank tepat sebelum krisis keuangan 2008. Dia mendapat margin call dan kehilangan miliaran dolar AS. Namun keuangannya pulih Setelah membeli 37 persen saham Polyus, produsen emas terbesar Rusia dari miliarder Vladimir Potanin seharga 1,3 miliar dolar AS.
Pada 2015, untuk menyiasati undang-undang yang melarang politisi memegang aset keuangan di luar negeri, dia memberikan saham Polyus kepada putranya, Said. Pada awal 2022, keluarga Kerimov memiliki 76 persen saham Polyus.
Suleiman diberi sanksi oleh AS pada 2018. Uni Eropa (UE) dan Inggris memberikan sanksi kepadanya pada Maret 2022. Sementara Said Kerimov dijatuhi sanksi oleh Uni Eropa dan Inggris pada April 2022. Kemudian dia dan mengalihkan sahamnya di Polyus ke mantan kolega ayahnya dan ke Islamic Organizations Support.
Premji adalah salah satu pengusaha di bidang teknologi di India. Pemilik salah satu penyedia perangkat lunak terbesar di negara asalnya, Wipro ini memiliki kekayaan bersih sebesar 9,1 miliar dolar AS atau Rp135,94 triliun.
Premji berhenti kulian di Universitas Stanford pada 1966 untuk mengurus bisnis minyak goreng keluarganya setelah kematian ayahnya. Dalam perjalannya, dia mengembangkan perusahaan tersebut menjadi perangkat lunak.
Wipro memiliki pusat inovasi di Silicon Valley yang fokus pada pengembangan teknologi baru dan berkolaborasi dengan startup. Pada Juli 2019, putra Premji, Rishad menggantikan ayahnya sebagai ketua eksekutif Wipro.
Abdulsamad adalah pendiri BUA Group, perusahaan konglomerasi di Nigeria yang aktif dalam produksi semen, penyulingan gula, dan real estat. Melalui perusahaan tersebut, dia menjadi muslim terkaya kedua di benua Hitam, setelah Aliko Dangote dengan kekayaan bersih mencapai 8,3 miliar dolar AS atau Rp124 triliun.
Pada awal Januari 2020, pengusaha 62 tahun ini menggabungkan perusahaan swasta Obu Cement miliknya dengan perusahaan publik Cement Co. of Northern Nigeria, yang dia kendalikan.
Perusahaan merger tersebut dinamai BUA Cement Plc, dan dicatatkan di bursa saham Nigeria.Rabiu memiliki 98,2 persen saham di perusahaan tersebut.
Rabiu adalah anak seorang pengusaha, yang mewarisi tanah dari ayahnya. Dia mendirikan bisnisnya sendiri pada 1988 dengan mengimpor besi, baja, dan bahan kimia.