Alibaba Dituding Monopoli, Perusahaan Jack Ma Didenda Rp40 Triliun

Djairan
Pemerintah China menjatuhkan denda kepada Alibaba sebesar 18,23 miliar yuan. (Foto: AFP)

BEIJING, iNews.id - Pemerintah China menjatuhkan denda kepada Alibaba sebesar 18,23 miliar yuan atau Rp40 triliun. Perusahaan raksasa teknologi yang didirikan Jack Ma tersebut dinilai melakukan monopoli.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/4/2021), Lembaga Negara untuk Pengawasan Pasar (State Administration of Market Regulation) China berkesimpulan Alibaba telah menyalahgunakan posisinya yang dominan di pasar untuk terus memonopoli. 

Investigasi yang digelar sejak Desember 2020 itu fokus pada praktik Alibaba yang memaksa penjual (merchant) memilih satu di antara dua platform (one chose policy). Aturan tersebut dinilai memungkinkan Alibaba memperkuat posisinya di pasar dan meningkatkan keunggulan kompetitif secara tak wajar.

Juru Bicara Alibaba mengatakan, perseroan menerima keputusan tersebut dan siap membayar denda sesuai yang diumumkan. Selain itu, Alibaba berkomitmen untuk mematuhi aturan bisnis yang berlaku di China.

"Sebagai bentuk tanggung jawab perseroan kepada masyarakat, Alibaba akan beroperasi secara ketat sesuai hukum, memperkuat sistem kepatuhan, dan mendorong pertumbuhan bisnis melalui inovasi," katanya.

Pengumuman ini merupakan rangkaian dari perseteruan antara pemerintahan Xi Jinping dan perusahaan teknologi. China khawatir dengan posisi perusahaan teknologi yang semakin dominan, terutama yang bergerak di sektor jasa keuangan.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Bisnis
5 bulan lalu

Harta Pemilik Labubu Wang Ning Tembus Rp453 Triliun, Lebih Kaya dari Jack Ma

Internasional
12 bulan lalu

Akhirnya Xi Jinping Jabatan Tangan dengan Jack Ma

Nasional
2 tahun lalu

Kata KPU soal Kerja Sama Cloud Sirekap dengan Alibaba

Nasional
2 tahun lalu

Roy Suryo Sebut KPU Langgar UU PDP terkait Kontrak Cloud dengan Alibaba untuk Sirekap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal