JAKARTA, iNews.id - Sebanyak 14 seri obligasi fixed rate (FR) diprediksi menarik bagi investor karena imbal hasil (yield) yang menjanjikan, seiring dengan sejumlah sentimen positif di dalam dan luar negeri.
Head of Fixed Income Research BNI Sekuritas, Amir Dalimunthe, mengtatakan surplus APBN di triwulan I 2022, dan penurunan yield treasury Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen positif untuk sejumlah seri obligasi fixed rate.
Untuk diketahui, Kementerian Keuangan sebelumnya menyampaikan realisasi APBN 2022 mencatatkan surplus Rp10,3 triliun di triwulan I 2022, berbeda dibandingkan periode triwulan 2021 yang mencatatkan defisit Rp143,7 triliun.
Surplus tersebut didukung oleh pendapatan negara yang mencatatkan pertumbuhan 32,1 persen yoy mencapai Rp501,0 triliun. Dengan surplus tersebut, keseimbangan primer pemerintah mencatatkan surplus sebesar Rp94,7 triliun.
Selain itu, pemerintah juga berhasil mengurangi penerbitan surat utang, di mana penerbitan SBN (neto) mencatatkan penurunan 60,4 persen dari sebelumnya Rp337,2 triliun pada kuartal pertama 2021 menjadi Rp133,6 triliun pada triwulan tahun ini.