Bahlil: Rakyat Harus Siap Jika BBM Naik Dalam Waktu Dekat

Iqbal Dwi Purnama
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia. (Foto: MPI/Iqbal Dwi Purnama)

"Kalau harga minyak diatas 100 dolar per barel, kemudian dengan asumsi rupiah kita Rp14.500 per dolar, kuota kita dari 23 juta kilo liter menjadi 29 juta kilo liter, maka akan terjadi penambahan subsidi, hitungan kami bisa sampai Rp600 triliun," ujar Bahlil 

Menurut Bahlil kalau belanja negara untuk BBM naik hingga Rp600 triliun, maka hampir 25 persen dari pendapatan negara hanya untuk membeli bensin.

"Jadi rakyat harus siap-siap jika harga BBM bakal naik dalam waktu dekat," ungkap Bahlil.

Dia menjelaskan, kalau pemerintah terus menetapkan harga BBM yang sama seperti saat ini dalam arti tidak menaikan harga BBM, maka APBN bakal terus membengkak hanya untuk mensubsidi BBM. 

Disatu sisi banyak proyek pemerintah yang saat ini tengah dikerjakan yang menggunakan APBN dan ditargetkan selesai rampung pada tahun 2024, seperti pembanguan IKN Nusantara dan proyek infrastruktur lainnya.

"Kalau kenaikan BBM itu terjadi, karena Rp600 tirliun itu hampir sama dengan hampir 25 persen, jadi total pendapatan APBN kita dipakai untuk Subsidi, ini tidak sehat," tutur Bahlil.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Harga BBM Pertamina 2 Januari 2026 Ada yang Turun, Ini Rinciannya!

Nasional
2 hari lalu

Daftar Harga BBM Pertamina Terkini di SPBU Seluruh Indonesia

Nasional
2 hari lalu

Resmi! Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 1 Januari 2026

Nasional
3 hari lalu

RI Setop Impor Solar Mulai 2026, RDMP Balikpapan Siap Beroperasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal