Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan bahwa realisasi investasi tahun 2022 jika dikaitkan dengan penyerapan tenaga kerja belum terlalu signifikan meski mengalami tren pertumbuhan.
Menurutnya, hal itu disebabkan investasi yang dilakukan di tahun lalu didominasi sektor-sektor yang bisa dilakukan hilirisasi yang menggunakan teknologi tingkat tinggi.
"Harus saya akui di dalam forum yang terhormat ini, bahwa investasi lebih banyak yang sekarang 2022 itu pada sektor-sektor yang hilirisasi, high technology, padat karya tidak terlalu banyak pimpinan," tuturnya.