SYDNEY, iNews.id - Nick Molnar menjadi salah satu ikon di Australia. Dia merupakan miliarder termuda di Negeri Kangguru lewat bisnis fintech, Afterpay.
Dikutip dari CNBC, Selasa (8/12/2020), usia Molnar baru 30 tahun. Lewat Afterpay, dia sukses menangkap peluang kebiasaan jutaan milenial yang berbelanja dengan cara kredit. Dia tak menyangka bisnisnya membesar secepat ini.
"Anda tidak dapat benar-benar memahami apa yang terjadi karena banyak yang telah terjadi dengan sangat cepat," katanya.
Molnar adalah co-founder & co-CEO Afterpay, platform pembayaran "beli sekarang, bayar nanti". Perusahaan yang menginjak usia enam tahun itu menjadi salah satu emiten favorit para investor di Bursa Australia karena melonjak 1.300 persen sejak Maret. Pandemi saat ini justru membuat jumlah pengguna Afterpay meningkat dua kali lipat menjadi 11,2 juta orang.
Molnar mendirikan Afterpay bersama tetanggnya, Anthony Eisen yang berprofesi sebagai bankir. Dia melihat teknologi menjadi tren kuat sejak krisis 2008.
Saat menjadi mahasiswa jurusan commerce University of Sydney, dia belajar bahwa pola belanja anak-anak muda telah berubah. Dia menilai, generasi milenial tak tertarik memiliki kartu kredit.
"Saat menjadi dewasa pada masa itu (krisis), saya melihat fenomena itu. Anda bisa lihat orang tua Anda, teman orang tua kehilangan pekerjaan dan generasi milenial berkata: 'Saya lebih suka menghabiskan uang saya saya sendiri. Saya lebih suka belanja dengan kartu debit dibandingkan kartu kredit," tuturnya.