Begini Penjelasan Telkom Indonesia Terkait IPO Mitratel

Dinar Fitra Maghiszha
Direktur Utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah mengungkapkan, strategi go public bagi anak usahanya tersebut bakal memberikan keuntungan bagi Perseroan. (Foto: Okezone.com)

"Tower ini secara valuasi lebih tinggi daripada telekomunikasi. Kira-kira kalau dari segi multiple EBITDAnya atau kalau dihitung dari pengkalian dari EBITDA perusahaan maka multiple tower ini hampir dua kali lipat dari telekomunikasi," ucapnya.

"Jadi saat ini, Telkom ada di value 5,4x, sedangkan Tower ada di 10-12x, ketika Tower ini kita keluarkan / unlock, maka harapan kita adalah valuenya bisa terekspos dan bisa lebih besar daripada kalau dia ada di dalam Telkom tanpa di unlock. Dengan demikian maka valuasi Telkom Group maka akan jadi lebih besar," sambungnya.

Adapun peluang tumbuhnya valuasi grup Telkom, terang Ririek, dinilai cukup besar mengingat kondisi EV/EBITDA di sejumlah negara-negara maju bisa mencapai 20x. Menurutnya, IPO Mitratel perlu bagi pengembangan bisnis Telkom kedepannya, selain karena Telkom adalah pengendali dari Mitratel.

Seperti diketahui, Mitratel bakal menggunakan dana IPO ini sebanyak 44 persen untuk belanja modal seperti penambahan penguatan, penambahan menara telekomunikasi, pembangunan menara baru dan penambahan site baru, serta ekspansi ke teknologi dan layanan yang berkaitan dengan bisnis penyewaan menara.

Sementara 56 persen lainnya bakal dieksekusi untuk belanja modal anorganik, seperti mengakuisisi menara telekomunikasi dari operator telekomunikasi dan akuisisi strategis produk, teknologi, dan layanan baru.

Adapun sisanya bakal digunakan untuk kebutuhan modal kerja dan kebutuhan peningkatan sistem teknologi informasi serta penerapan program pengembangan.

Saat ini, proses IPO Mitratel sedang menunggu diperolehnya pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diperkirakan bakal selesai pada 12 November. Artinya, penawaran umum akan dilaksanakan pada 16-18 November 2021 dan pencatatan saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
7 hari lalu

InfraNexia Hadir di HUT ke-30 APJII, Dukung Pemerataan Akses Internet

10 hari lalu

Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Jadi Pilar Utama Wholesale Connectivity

13 hari lalu

BATIC 2026: Buka Jalan Menuju Masa Depan AI, Konektivitas, dan Infrastruktur Digital

16 hari lalu

Telkom Perluas Digitalisasi Pendidikan lewat PIJAR, Lebih dari 718 Ribu Siswa Rasakan Manfaat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal