BEI Kembali Suspensi Saham AirAsia Indonesia (CMPP)

Anggie Ariesta
Bursa Efek Indonesia. (Foto: dok iNews)

JAKARTA, iNews.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali melakukan penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP). Hal itu, terkait peningkatan harga kumulatif CMPP yang signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pengumuman yang dipublikasikan Kamis (10/2/2022), BEI menyatakan dalam rangka cooling down, suspensi saham CMPP diberlakukan mulai perdagangan sesi I hari ini, sampai pengumuman bursa selanjutnya. 

"Penghentian sementara perdagangan saham AirAsia tersebut dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, dengan tujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham CMPP," bunyi pengumuman yang ditandatangani Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Lidia M. Panjaitan dan P.H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan Mulyana.

Berdasarkan data BEI, saham CMPP telah melonjak sebanyak 185% dari Rp 184 pada 31 Desember 2021 menjadi Rp 565 hingga penutupan perdagangan kemarin.

Padahal, suspensi saham CMPP baru dicabut oleh otoritas bursa pada 13 Januari 2022. Suspensi akibat jumlah saham publik (free float) perseroan memenuhi ketentuan bursa.

Sebelumnya, Manajemen AirAsia menjelaskan bahwa perseroan akan memaksimalkan upaya pemulihan kinerja keuangan pasca pandemi Covid-19 pada kuartal I-2022. Sedangkan penambahan saham publik (free float) perseroan sedang dalam proses finalisasi setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham pengendali perseroan.

Manajemen menyebutkan bahwa AirAsia sedang memfokuskan keberlangsungan dan pemulihan kinerja perseroan dengan memaksimalkan berbagai peluang bisnis yang ada, seperti kargo dan charter, meluncurkan sejumlah aktivitas promosi, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak guna meningkatkan permintaan perjalanan.

Editor : Jeanny Aipassa
Artikel Terkait
57 tahun lalu

OJK Minta Direksi BEI Baru Lanjutkan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia 

57 tahun lalu

Dasco Bertemu OJK dan BEI, Bahas Perbaikan Tata Kelola Pasar Modal Indonesia

57 tahun lalu

Ini Susunan Lengkap Direksi BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Jadi Dirut

57 tahun lalu

IHSG Anjlok, BEI Sebut Fundamental Pasar Tetap Kokoh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal