Program pendampingan memang hanya berlangsung sekitar setahun. Seiring waktu, kelompok usaha yang dibentuk pun tidak lagi aktif.
Namun, Mahdiah memilih tetap melanjutkan usahanya secara mandiri.
"Kelompoknya sudah bubar, tapi jualannya masih. Dilatih setahun dari BRI, terus kitanya mengembangkan sendiri. Pelatihannya setahun, diajarin pembukuan, gitu-gitu," ujarnya.
Bekal tersebut juga mendorong Mahdiah mengembangkan produk lain. Dia sempat bereksperimen mengolah rumput laut menjadi kerupuk sebagai alternatif produk yang memiliki nilai jual.
Hingga kini, seluruh proses produksi masih mengandalkan cara tradisional. Rumput laut dijemur terlebih dahulu di bawah sinar matahari sebelum diolah menjadi dodol. Karena bergantung pada cuaca, waktu produksi tidak selalu sama.
"Produksi paling lama seminggu, karena kan ini jemur alami. Kalau mataharinya bagus tiga hari jadi," ujarnya.