BI: Banyak Negara Nonmuslim Mempraktikkan Sistem Keuangan Syariah 

Ferdi Rantung
Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti. (Foto: Okezone)

JAKARTA, iNews.id - Bank Indonesia (BI) menyebut, sistem keuangan syariah bukan semata menyangkut agama Islam. Bank sentral menilai, sistem ini relevan dengan isu-isu sosial, termasuk masalah kesejahteraan. 

"Yang terjadi saat ini justru banyak negara nonmuslim telah mempraktikan sistem keuangan syariah yang bersifat inklusif," kata Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti secara virtual, Rabu (21/4/2021).

Dia mencontohkan London yang merupakan hub keuangan utama di dunia memberikan tempat bagi sistem keuangan syariah. Pada awal 2021, Inggris juga meluncurkan instrumen likuiditas berbasis syariah.

Destry yakin ekonomi syariah secara global terus berkembang ke depan. Perkembangan keuangan syariah bukan hanya terjadi di perbankan, melainkan juga pasar modal, bahkan fintech berbasis syariah.

Di Indonesia, kata Destry, BI mendukung pengembangan sistem keuangan syariah lewat tiga pilar. Pertama, pemberdayaan ekonomi syariah lewat pengembangan ekosistem halal. Kedua,memperkuat seluruh pelaku usaha baik itu besar menengah kecil dan mikro serta lembaga pendidikan Islam seperti pesantren.

"Ketiga, pendalaman pasar keuangan syariah lewat penguatan riset dan edukasi," ucapnya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
10 jam lalu

Rupiah Melemah Tembus Rp17.300 per Dolar AS, Airlangga: Itu Tugas BI Menjaga

Nasional
14 jam lalu

BI Ungkap Penyebab Rupiah Anjlok Sentuh Rp17.300 per Dolar AS

Nasional
2 hari lalu

Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga di 4,75 Persen

Nasional
11 hari lalu

Bank Indonesia Buka Lowongan Kerja, Ini Formasi dan Syaratnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal