Bitcoin Anjlok 50 Persen sejak Cetak Rekor

Dinar Fitra Maghiszha
Bitcoin anjlok 50 persen sejak cetak rekor

Ethereum, kripto terbesar kedua di dunia juga telah jatuh nilainya, turun lebih dari 10 persen dalam seminggu terakhir. Perdagangan volatil dalam aset digital bukanlah hal yang aneh pada tahun-tahun sebelumnya, tetapi relatif sepi untuk pasar kripto pada tahun ini.

Pekan lalu, bank sentral di seluruh dunia, termasuk AS, Inggris dan Australia menaikkan suku bunga karena berusaha mengatasi kenaikan harga-harga. Federal Reserve AS menaikkan suku bunga pinjaman utamanya sebesar 50 basis poin atau 0,5 persen, menandai kenaikan suku bunga terbesar dalam lebih dari 20 tahun.

Itu telah memicu lebih banyak kekhawatiran di antara beberapa investor bahwa inflasi dan biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi global. Investor juga khawatir tentang dampak perang di Ukraina terhadap ekonomi dunia.

Sementara itu, Bitcoin pada tahun lalu telah menjadi alat pembayaran yang sah di dua negara, El Salvador dan Republik Afrika Tengah. El Salvador menggunakan kripto dalam semua transaksi, di samping dolar AS. Namun Dana Moneter Internasional (IMF) telah mendesak mereka untuk membatalkan keputusan tersebut.

Editor : Jujuk Ernawati
Artikel Terkait
Internet
7 hari lalu

Ekonomi Digital Berkembang, Pajak Aset Kripto Tembus Rp1,81 triliun

Internet
14 hari lalu

Mengintip Perkembangan Uang Digital Kripto di 2025, Bagaimana Tahun Depan?

Bisnis
30 hari lalu

Sosok Yi He, Pendiri Binance yang Kini Jabat Co-CEO

Nasional
1 bulan lalu

BI Singgung Pembentukan Mata Uang Digital untuk Awasi Risiko Kripto 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal