JAKARTA, iNews.id - Jumlah pengguna internet di Indonesia sangat besar. Mereka banyak menghabiskan waktu berselancar di dunia maya untuk melakukan berbagai aktivitas mulai dari bermain gim, mencari informasi, sampai berbelanja. Tak jarang, netizen kebingungan dengan produk yang ingin dibelinya karena berbagai alasan seperti kualitas hingga keasliannya.
Berangkat dari dua hal itu BOLDe sebagai salah satu brand yang menjual produk alat rumah tangga menghadirkan konsep partnership program bernama BOLDe Store. Di sana para konsumen tidak hanya dapat membeli secara online tetapi dapat langsung bertransaksi di toko.
"Kita tidak mau hanya membuka toko, tapi garap online juga karena kita tahu ongkos kirim barang melalui online mahal. Sekarang mau beli melalui online, ongkos kirim bisa lebih mahal dari harga barang," kata Co-Founder & CEO BOLDe, Wijaya Candera pada pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI), di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (14/9/2019).
Dia mencontohkan, orang di Kota Siantar yang hendak beli BOLDe melalui online akan beli dari Medan. Pembelian ini pasti lebih murah beli dibanding harus beli dari Jakarta. Sampai saat ini, kata dia, banyak perusahaan yang belum bisa menyelesaikan masalah ongkos kirim tersebut.
Dia menjelaskan, konsep ini terbilang unik dan menjadi yang pertama di Indonesia karena menggabungkan cara online dan offline dalam pemasarannya. Masyarakat yang ingin membuka outlet BOLDe harus melalui berbagai tahapan mulai dari survei lokasi ruko hingga interview bisnis.