Pengerjaan menggunakan metode Shield Tunneling karena titik kritis ini berlokasi di Km 3+600 melewati jalan tol Cikampek dan overpass jalan arteri Jatiwaringin yang merupakan titik terpadat mobilisasi warga Jakarta ke daerah Bekasi dan Bandung.
Chandra yakin penggunaan TBM tidak akan menghambat lalu lintas tol Jakarta – Cikampek karena tingkat keamanan metode pengerjaan Shield Tunneling jauh lebih tinggi dibandingkan dengan metode Drill, blasting atau metode lainnya.
"Metode ini bekerja seperti cacing bawah tanah di mana pengerjaannya dilakukan tanpa mengganggu aktivitas yang ada di atasnya," ujar Chandra.
Selain itu, penggunaan TBM digunakan pada titik ini untuk menyesuaikan aturan Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP) Bandara Halim Perdanakusuma yang mengatur ketinggian bangunan dan kemungkinan mengganggu operasional penerbangan.
Chandra mengatakan, perakitan TBM akan memakan waktu sekitar 45 hari dengan akan dioperasikan pada Maret 2019. TBM ini akan bekerja selama 24 jam tanpa henti.
"Optimalisasi pengeboran pada titik ini rata-rata sebesar 8-10 meter per hari sehingga diharapkan dapat mempercepat pekerjaan di titik ini,” ujar Chandra. (Rikhza Hasan)