Bukan Cabai, Kini Giliran Harga Tomat hingga Kacang Panjang yang Naik

Advenia Elisabeth
Kenaikan harga barang pokok masih terjadi. Setelah sebelumnya kenaikan terjadi pada minyak goreng, beras, telur, tempe, kini harga sayur-mayur yang ikut naik. (Foto: Advenia Elisabeth/MPI)

Karena kenaikan ini, Arif tidak berani membeli banyak sayuran untuk persediaan penjualan. Dia khawatir sayurannya tidak cepat laku lantaran harga yang melonjak dari biasanya. 

"Karena mahal itu, saya belinya enggak banyak dari tengkulak. Takut nggak habis. Kalau dijual berhari-hari nanti kan enggak seger," kata dia.

Dia juga bercerita bahwa keadaan lapaknya kini sepi pembeli. Hal itu dikarenakan barang-barang pokok yang mengalami kenaikan, termasuk juga bahan bakar minyak (BBM), sehingga niat orang belanja keperluan dapur jadi menurun. 

"Pembeli sepi. Apalagi di pertengahan tanggal begini. Orang-orang pasti punya keperluan lain. Bayar kredit lah segala macem, jadi belanja ke pasar jadi jarang," ucapnya.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
29 hari lalu

BMKG Tegaskan Kemarau 2026 Lebih Kering: Bukan Terparah dalam 30 Tahun

Nasional
1 bulan lalu

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Kering, Ingatkan Potensi Lonjakan Titik Panas Karhutla

Nasional
2 bulan lalu

BMKG Prediksi Musim Kemarau bakal Lebih Panjang, Dimulai April 2026

Nasional
3 bulan lalu

Ancaman Serius Perubahan Iklim di Indonesia, Suhu Makin Panas hingga Pola Hujan Bergeser

Nasional
3 bulan lalu

BMKG Ungkap Bukti Nyata Perubahan Iklim, Curah Hujan di RI Meningkat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal