Kedua, pemeliharaan. Dia ingin aspek ini harus lebih menonjol mulai tahun depan. Dia menilai, tanggul-tanggul yang jebol atau rusak ketika bencana banjir melanda beberapa waktu lalu, kemungkinan akibat kurangnya pemeliharaan. "Program pemeliharaan harus diutamakan pada tahun depan," katanya.
OPOR selanjutnya, kata Menteri Basuki, adalah Operasi. Operasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah tuntas terbangun pada tahun 2021 dan pada tahun sebelumnya, maka pada 2022 harus segera dioperasikan setelah lulus dari tahapan uji coba.
Terakhir adalah Rehabilitasi. Rehabilitasi ditujukan untuk infrastruktur yang telah mencapai umur konstruksi tertentu atau infrastruktur terdampak bencana, agar fungsinya dikembalikan seperti semula, misalnya irigasi, kanal banjir, jalan dan jembatan nasional yang rusak akibat bencana, dan sebagainya.