Geely menolak berkomentar terkait kabar tersebut. SAIC, BYD, dan Kementerian Perdagangan China belum menanggapi hal yang sama.
Langkah otoritas China untuk menangguhkan beberapa investasi di Eropa menunjukkan bahwa pemerintah sedang mencari pengaruh dalam pembicaraan dengan Uni Eropa terkait alternatif tarif dan ingin menghindari penurunan tajam dalam ekspor kendaraan listrik ke pasar utama.
Eropa menyumbang lebih dari 40 persen kendaraan listrik yang dikirim dari China pada tahun 2023, menurut perhitungan Reuters dari data Asosiasi Mobil Penumpang China.
Penurunan ekspor kendaraan listrik ke Eropa berisiko memperparah kelebihan kapasitas yang dihadapi produsen mobil China di pasar dalam negeri mereka. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) dan Kanada telah menerapkan kebijakan tarif 100 persen untuk kendaraan listrik buatan China.
Selama kunjungan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez ke China bulan lalu, satu perusahaan setuju untuk membangun pabrik senilai 1 miliar dolar AS di Spanyol, yang akan membuat mesin yang digunakan untuk produksi hidrogen. Spanyol merupakan salah satu dari 12 negara Uni Eropa yang abstain.