“Ini bukan semata-mata hasil kerja Kementerian Ketenagakerjaan, tapi kita semua, seluruh pemangku kepentingan, ikut ambil bagian dalam pengembangan ketenagakerjaan. Kita satu kesatuan, ekosistem pembangunan ketenagakerjaan. Kolaborasi, sinergi, dan kepercayaan di antara kita akan mempercepat penyelesaian target pembangunan, ketenagakerjaan, dan bahkan menjadi modalitas utama untuk mengatasi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan," kata dia.
Menteri Ida Fauziyah juga menyampaikan apresiasinya kepada Huawei yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fundamental ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia melalui penciptaan hubungan industrial yang harmonis, tenaga kerja yang kompeten, bersertifikat, dan lingkungan kerja yang aman dan sehat.
Huawei mempekerjakan lebih dari 2.000 pekerja Indonesia dan bertanggung jawab atas 500 perusahaan rintisan dan UMKM yang bergerak di 15 sektor anak perusahaan, sehingga menciptakan 20.000 lapangan kerja. Sementara itu, program 100.000 Digital Talent Huawei telah memberikan manfaat kepada 12.000 teknisi Indonesia.
Kementerian Ketenagakerjaan telah menandatangani kemitraan strategis dengan Huawei yang menguraikan sinergi di bidang-bidang utama. Pertama, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi vokasi. Kedua, pelatihan fasilitator/trainer. Ketiga, pelaksanaan pengembangan sumber daya manusia dan pembinaan pelatihan kerja di ketinggian serta penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Menanggapi penghargaan tersebut Jeffrey Wang, Vice President of Management Transformation, Huawei Indonesia mengatakan bahwa Huawei merasa terhormat atas penghargaan yang diberikan Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.
“Hal ini merupakan bukti komitmen jangka panjang kami dalam mendukung percepatan dan realisasi visi besar Indonesia menjadi ekonomi digital terdepan di dunia tahun 2045. Melalui kesempatan ini, kami juga ingin menegaskan kembali bahwa Huawei selalu siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Indonesia untuk meningkatkan literasi dan keterampilan sumber daya manusia di bidang digital. Kami siap mentransfer pengetahuan kami di bidang Cloud, Artificial Intelligence, Big Data Analytics, Cyber Security, hingga teknologi 5G,” ujar Jeffrey.
Tak cuma itu, untuk mempercepat realisasi target dan komitmennya, Huawei Indonesia saat ini memiliki fasilitas pelatihan terlengkap di kawasan Asia Pasifik, yaitu Huawei ASEAN Academy yang berlokasi di Jakarta, yang disediakan Huawei untuk memfasilitasi inisiatif peningkatan keterampilan dan pengetahuan di bidang TIK.