Selain itu, Pegadaian juga memberikan apresiasi tambahan kepada bank sampah yang berhasil menciptakan dampak besar di lingkungannya berupa tiga unit truk kepada tiga bank sampah pilihan, yaitu Bank Sampah Pancadaya (Padang), Bank Sampah Budi Luhur (Jakarta), dan Bank Sampah Panggung Harjo (Yogyakarta).
Executive Vice President Divisi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan PT Pegadaian Rully Yusuf mengatakan, apresiasi ini diberikan sebagai dukungan sarana prasarana yang terukur dan dibutuhkan oleh bank sampah tersebut.
“Tahun ini Pegadaian berhasil melakukan ekspansi bank sampah binaan baru melalui The Gade Clean and Gold Movement. Dari 75 kini jumlahnya menjadi 200 Bank Sampah binaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Untuk mendukung kebutuhan Bank Sampah, kami memberikan tambahan apresiasi kepada tiga bank sampah yang telah memberikan dampak sangat besar terhadap lingkungan sekitarnya. Harapannya ini dapat digunakan dan bermanfaat bagi bank sampah tersebut untuk terus bergerak dan mengedukasi masyarakat," kata Rully.
Sebelumnya, pada rangkaian kegiatan Gathering Bank Sampah, seluruh peserta nasional dikumpulkan untuk melakukan studi banding pentahelix dengan masyarakat, media, dan pemerintah dalam memberikan dukungan kebijakan.
Rangkaian acara terdiri dari rapat kerja nasional yang dibuka oleh Ketua FORSEPSI dan Executive Vice President Divisi TJSL PT Pegadaian Mina Dewi dengan agenda evaluasi program bank sampah yang tengah berjalan, serta menetapkan fokus digitalisasi bank sampah melalui Aplikasi Pegadaian Peduli sebagai bentuk penerapan tata kelola yang efektif.
Kemudian, seluruh peserta berkesempatan untuk menghadiri talkshow bersama Wali Kota Padang Hendri Septa. Harapannya, melalui talkshow ini, pengelola bank sampah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia tersebut dapat belajar dan mengimplementasikan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Padang.
Pada sesi talkshow tersebut, Hendri berbagi cerita tentang bagaimana Kota Padang menjadikan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai wadah penggerak peduli sampah dengan memulai pemilahan sampah dan penyetoran kepada bank sampah.
“Pemerintah Kota Padang sedang berupaya melakukan pengelolaan sampah dengan membentuk bank sampah di setiap RW dan mendorong ASN untuk menjadi nasabah bank sampah. Salah satu bank sampah prioritas yang akan ditunjuk adalah BS Pancadaya, yang merupakan binaan Pegadaian,” tuturnya.