Covid-19, Bos Garuda: Jangan Kaget Kalau Dengar Maskapai Bangkrut

Michelle Natalia
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra. (Foto: Ant)

JAKARTA, iNews.id - Pandemi Covid-19 memberikan tekanan pada industri penerbangan. Saat ini, banyak maskapai yang kesulitan untuk bertahan akibat pembatasan aktivitas perekonomian.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra menilai, bukan hal yang mengagetkan apabila ada maskapai yang bangkrut di tengah pandemi.

"Kalau situasi belum membaik tentu saja kita enggak perlu kaget mendengar maskapai yang menyatakan kepailitan," ujarnya dalam diskusi virtual, Selasa (6/10/2020).

Irfan menilai, maskapai yang pailit sangat merepotkan. Dampaknya luar biasa besar karena skala bisnis maskapai yang melibatkan banyak pihak.

"Karena itu, beberapa perusahaan melakukan upaya, misalnya menurunkan biaya operasi, untuk bisa bertahan sembari menunggu situasi membaik," katanya.

Mantan direktur utama PT INTI (Persero) itu memperkirakan, industri penerbangan baru akan pulih ke pra pandemi sekitar 2-4 tahun lagi. Dengan kata lain, industri ini baru akan normal paling cepat 2022 dan pulih total 2024.

"Ini menjadi tantangan bagi industri penerbangan, mampukah kita bertahan dua sampai empat tahun ke depan. Dan bagaimana mencari peluang di tengah kesulitan," ujar Irfan.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Nasional
11 hari lalu

Garuda Indonesia Resmi Naikkan Harga Tiket Pesawat!

Nasional
12 hari lalu

Prabowo Instruksikan Garuda dan Saudi Airlines Buat Perusahaan Patungan

Nasional
14 hari lalu

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Tekan Harga Tiket

Health
21 hari lalu

Gejala Covid-19 Cicada yang Harus Diwaspadai, Demam hingga Sakit Tenggorokan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal