JAKARTA, iNews.id - Kehadiran gig economy berdampak positif terhadap ekonomi. Grab sebagai salah satu penyedia platform gig economy berkontribusi Rp77,41 triliun sepanjang 2019.
Penelitian yang dilakukan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan Grab terbukti memberikan kontribusi pada ekonomi lewat mitra aplikasi. Kontribusi Grab pada 2019 meningkat dibandingkan 2018 yang sebesar Rp48,89 triliun.
“Kami menyoroti bagaimana peran gig economy, terutama kontribusi apa yang telah diberikan oleh platform transportasi online Grab dalam meningkatkan ketahanan ekonomi di Indonesia,” ujar Kepala Departemen Esonomi CSIS Yose Rizal Damuri, dalam konferensi pers via online, Kamis (25/6/2020).
Survei tersebut dilakukan terhadap 5.008 patner Grab dari empat lini bisnis yang ada, yaitu GrabFood, GrabBike, GrabCar serta GrabKios. Studi dilakukan di 12 kota yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Makasar, Medan, Palembang, Bandar Lampung, Jogjakarta, Semarang, Denpasar, Manado dan Balikpapan.
Dia merinci, bisnis GrabFood cukup dominan sepanjang tahun lalu sebesar Rp37,27 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan 2018 sebesar Rp20,84 triliun.