Diduga Biarkan Rusia Hindari Sanksi, Departemen Kehakiman AS Selidiki Binance

Aditya Pratama
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki apakah Binance digunakan secara ilegal membiarkan Rusia menghindari sanksi AS dan memindahkan uang. (Foto: Antara)

NEW YORK, iNews.id - Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki apakah Binance Holdings Ltd digunakan secara ilegal membiarkan Rusia menghindari sanksi AS dan memindahkan uang melalui pertukaran mata uang kripto terbesar di dunia tersebut. 

Mengutip Bloomberg, penyelidikan oleh divisi keamanan nasional Departemen Kehakiman AS sedang melihat apakah Binance atau pejabat perusahaan bertabrakan dengan sanksi terkait invasi Rusia ke Ukraina, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut. 

Penyelidikan, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya bergerak pada jalur paralel dengan penyelidikan yang ada oleh divisi kriminal, menurut salah satu sumber. Perkembangan tersebut menambahkan lapisan pengawasan baru kepada operator pertukaran kripto terbesar di dunia tersebut.

Binance telah berdiskusi dengan Departemen Kehakiman untuk menyelesaikan keluhan sebelumnya bahwa pertukaran kripto tersebut digunakan untuk menghindari sanksi terhadap Iran sebelum kontrol kepatuhan yang kuat diberlakukan. 

Dalam sebuah pernyataan, Binance menyebut bahwa perusahaan sepenuhnya mematuhi semua sanksi keuangan AS dan internasional.

“Pada tahun 2021, Binance meluncurkan inisiatif untuk merombak total struktur tata kelola perusahaannya, termasuk membawa jajaran eksekutif berpengalaman kelas dunia untuk secara fundamental mengubah cara Binance beroperasi secara global,” tulis Binance dalam sebuah pernyataan dikutip, Minggu (7/5/2023).

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Internasional
24 menit lalu

Greenland Tegaskan Tak Rela Dicaplok AS Apa pun Alasannya

Internasional
1 jam lalu

Tolak Dicaplok, Greenland Peringatkan AS Masih Anggota NATO

Internasional
3 jam lalu

Anggota DPR AS Siapkan RUU Beri Jalan Trump Caplok Greenland

Internasional
3 jam lalu

Trump Ancam Kenakan Tarif 25% kepada Negara yang Berbisnis dengan Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal