“Saya pertama kali mengenal dan mulai menggunakan platform LinkUMKM sejak menjadi bagian dari UMKM binaan Rumah BUMN Jakarta. Menurut saya, platform ini sangat membantu dalam memetakan posisi serta perkembangan usaha. Melalui berbagai fitur yang tersedia, saya sering memanfaatkan fitur self-assessment untuk mengetahui sejauh mana skala bisnis meningkat dari tahun ke tahun. Fitur tersebut juga membantu saya mengenali potensi dan kekurangan yang perlu dibenahi, seperti kebutuhan sertifikasi halal dan aspek legalitas lainnya,” ujarnya.
LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan UMKM dari BRI yang dapat diakses melalui website linkumkm.id maupun aplikasi di Play Store untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas dan kapabilitas bisnis. Platform ini menyediakan UMKM Smart untuk rekomendasi pengembangan berbasis skoring, Coaching Clinic sebagai ruang konsultasi bersama mentor dan coach profesional, serta Etalase sebagai etalase digital untuk memperluas eksposur produk. LinkUMKM terhubung dengan Rumah BUMN, dilengkapi Komunitas untuk memperkuat jejaring, serta kanal Media yang menyajikan informasi, kisah inspiratif, dan infografis seputar UMKM.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan keberhasilan UMKM tersebut merefleksikan pemanfaatan LinkUMKM secara nyata untuk memetakan kebutuhan penguatan usaha, memperluas akses pembelajaran dan pendampingan, serta mendorong perluasan pasar secara lebih terukur.
“LinkUMKM kami rancang untuk membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas usaha melalui pemetaan kondisi bisnis, pembelajaran yang aplikatif, serta akses jejaring dan pasar. Melalui proses tersebut, pelaku usaha dapat menyusun prioritas pengembangan secara lebih terukur, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar usaha hingga perluasan kanal pemasaran sesuai tahap pertumbuhan. Ke depan, BRI mendorong UMKM Indonesia untuk naik kelas dan semakin berperan dalam perekonomian nasional,” pungkas Akhmad.