Dolar Makin Perkasa, BUMN Bisa Cari Utang dengan Mata Uang Asing Lain

Suparjo Ramalan
Wakil Menteri BUMN II, Kartika Wirjoatmodjo. (Foto: SINDOnews)

Oleh karena itu, Tiko menyebut, pilihan menggunakan mata uang asing di luar Dolar bisa saja dilakukan BUMN, terutama dalam menerbitkan obligasi dengan denominasi non-dolar seperti Yen, Euro, dan Poundsterling. Menurutnya, Rupiah masih menguat terhadap ketiga mata uang tersebut. 

"Kalau enggak di Dolar ada opsi di Yen, Samurai Bond, terus di Euro atau bahkan beberapa mungkin di China. Dulu sempat buka ada Dimsum Bond dan sebagainya dan ini sedang kita kaji," ucapnya.

Kementerian BUMN tidak mengelak kenaikan Dolar AS terhadap nilai tukar Rupiah akan berdampak pada tingkat produksi perusahaan pelat merah. Adapun BUMN yang dimaksud adalah PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero). 

Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury mencatat, pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS memang berpotensi berdampak pada kinerja PLN dan Pertamina. 

"Terkait mengenai hedging, memang dua BUMN yang memiliki posisi yang kalau terjadi depresiasi itu menyebabkan adanya potensi effect losses itu adalah Pertamina dan juga PLN, sebagai dua BUMN yang memang memiliki posisi kewajiban dalam Dolar AS memang cukup tinggi," ucap Pahala. 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Danantara Pangkas Perusahaan BUMN Besar-besaran, Target Sisa 200 dari 1.046

3 hari lalu

Rencana Tukar Guling Geo Dipa dan PNM Batal, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.966 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

4 hari lalu

BI Batasi Beli Dolar Maksimal 10.000 Dolar AS per Bulan, Ini Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal