Dorong Ekonomi, China Masih Akan Tergantung pada Batu Bara

Rahmat Fiansyah
China diperkirakan tidak akan melepas ketergantungan terhadap batu bara dalam waktu dekat. (Foto:

BEIJING, iNews.id - China mempunyai ambisi besar memangkas emisi karbon. Namun, negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tidak akan melepas ketergantungan terhadap batu bara dalam waktu dekat.

Presiden Xi Jinping menyebut emisi karbon di China mulai turun pada 2030 sehingga karbon netral bisa tercapai pada 2016. Namun, ambisi tersebut diragukan dapat terwujud. 

Pemerintah China masih menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai agenda utama sehingga batu bara masih menjadi tumpuan. Beijing menargetkan Produk Domestik Bruto (PDB) tahun ini bisa tumbuh 6 persen, level yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah jangka panjang seperti tingkat utang yang tinggi.

"Struktur energi China masih didominasi oleh batu bara. Ini realitanya," kata Wakil Sekretaris Jenderal Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China, Su Wei dikutip dari CNBC, Senin (3/5/2021).

Menurut dia, energi baru terbarukan seperti angin dan matahari masih intermiten dan tak stabil. "Kami harus bergantung pada sumber energi yang stabil. Kami tak punya pilihan lain. Untuk jangka waktu yang lama, kami masih membutuhkan batu bara sambil melakukan penyesuaian," katanya.

Wei memastikan China tak kekurangan pasokan batu bara sementara energi baru terbarukan masih harus dikembangkan lebih lanjut di negaranya.

Editor : Rahmat Fiansyah
Artikel Terkait
Mobil
8 jam lalu

Tak Punya Peluang Kejar Mobil China, Honda Kembali ke Strategi Lama

Nasional
5 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Nasional
9 hari lalu

Prabowo dan Menteri Keamanan China Bahas Peningkatan Kerja Sama Strategis Lewat BIN

Nasional
10 hari lalu

Prabowo Bertemu Menteri Keamanan Negara China di Istana, Bahas Geopolitik Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal