JAKARTA, iNews.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan menjelaskan pemerintah berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) terutama di daerah-daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) untuk mewujudkan energi berkeadilan.
"Di gas kalau kita pemerintah mencanangkan listrik yang terjangkau. Di pulau-pulau yang memiliki sumber daya gas atau sumur gas harus membuat pembangkit listriknya di sumur gasnya jadi bisa pakai pipa," terangnya di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (7/11/2017).
Di Pulau Jawa ada beberapa sumur gas besar seperti di bagian utara Jawa Barat serta di Jawa Timur seperti Kangean dan Madura yang bisa digunakan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG). Hal ini dilakukan karena pemerintah sudah tidak memberikan izin adanya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), kecuali yang sudah direncanakan dan dilaksanakan karena tingkat polusinya yang sangat tinggi.
"Kami juga menghitung kembang batas polusi untuk pulau. Nanti polusinya tinggi sekali seperti yang dialami Beijing," katanya.
Jonan mengatakan, penyaluran subsidi energi senilai Rp90 triliun di tahun 2017 semakin tepat sasaran. Rencananya subsidi energi di tahun depan dan 2019 akan naik masing-masing Rp93 triliun sampai Rp95 triliun. Ia menginginkan uang subsidi itu bisa digunakan untuk membangun infrastruktur, terutama di daerah 3T supaya perataan pembangunannya lebih terasa.
"Kalau dilihat di sini total subsidi energinya mencapai Rp 342 Triliun. Besar sekali. Itu dibakar saja itu," ucapnya.
Selain penambahan kapasitas dan pemerataan layanan listrik, ia juga ingin agar tarif listrik lebih terjangkau. "Kami rencanakan tarif listrik kalau bisa turun bertahap dan sebagainya melalui efisiensi dan penataan tarif yang lebih baik," ujarnya.