Dukung Kelompok Rentan, Pegadaian Beri Pelatihan Keterampilan dan Pemasaran Digital

Anindita Trinoviana
Pegadaian bersama PNM gelar pelatihan keterampilan membatik dan pemasaran digital bagi 50 penyandang disabilitas di Bantul. (Foto: dok Pegadaian)

Pegadaian juga menyalurkan bantuan alat produksi seperti mesin jahit dan mesin bross sebagai bentuk dukungan nyata terhadap keberlangsungan usaha komunitas. Bantuan diberikan secara bertahap, sejalan dengan progres pendampingan dan kebutuhan usaha komunitas tersebut.

“Ini bantuan alat penunjang usaha yang kami berikan kepada Komunitas Difabelzone. Bantuan yang diberikan kami salurkan secara bertahap dalam bentuk kegiatan TJSL,” ujar Mushonif.

Pelatihan ini juga menjadi upaya pelestarian nilai budaya lokal melalui batik, sekaligus menjadikannya sebagai sumber ekonomi kreatif baru yang inklusif. Dengan mengkombinasikan kearifan lokal dan pemanfaatan teknologi digital, peserta diharapkan mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik daring maupun luring.

Pemimpin PT Pegadaian Kanwil XI Semarang Edy Purwanto menyatakan bahwa kegiatan ini mencerminkan orientasi sosial Pegadaian yang berpihak pada kelompok marginal, khususnya difabel. “Perusahaan tidak selalu mengutamakan bisnis semata, tetapi juga berupaya memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas,” ucapnya.

Program ini juga mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4, yakni Pendidikan Berkualitas, melalui pelatihan vokasional difabel; SDG 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan membuka akses produktif dan pasar; SDG yakni 10: Mengurangi Ketimpangan, melalui pemberdayaan kelompok marginal; SDG 12, yakni Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mendorong produksi lokal berkelanjutan; serta SDG 17, yakni Kemitraan untuk Tujuan, melalui kolaborasi antar entitas BUMN dalam satu holding.

Melalui kegiatan ini, PT Pegadaian menegaskan bahwa inklusi ekonomi harus dimulai dari komunitas yang paling rentan.

Dengan pelatihan, pendampingan, dan bantuan usaha, PT Pegadaian berharap komunitas difabel tidak hanya mampu bertahan secara ekonomi, tetapi juga tumbuh sebagai pelaku usaha yang mandiri, percaya diri, dan memiliki daya saing.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
2 hari lalu

Kinerja ESG di Atas Rata-Rata Sektor, Pegadaian Raih Empat KESGI Award 2026

25 hari lalu

Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Pegadaian Hadirkan “An Evening with Pegadaian” dan Semangat “Tenang Saja” Bersama Tring!

30 hari lalu

Semangat MengEMASkan Indonesia, Pegadaian Salurkan 1.000 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojek Online

31 hari lalu

Cegah Stunting Sejak Dini, PT Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal