Juru bicara Tesla yang tidak di sebutkan namanya me nu turkan, tidak seperti CEO lainnya, Musk tidak mendapatkan gaji ataupun bonus secara tunai.
“Itu kompensasi dari adanya dia berhasil menyelesaikan per forma yang berisiko dan men desain fondasi ambisi seperti meningkatkan kapitalisasi pasar Tesla dari 40 miliar dolar AS menjadi 100 miliar dolar AS,” ujarnya.
Sebelumnya ketika Tesla meng umumkan rencana gajinya itu, Andrew Ross Sorkin dari harian The New York Times me nyebut itu sebagai “rencana gaji terbesar dalam sejarah korporasi”.
Para pendukung kebijakan tersebut menyatakan, rencana itu bertujuan mengharmoniskan hubungan Musk dan para pemegang saham sehingga bisa meningkatkan nilai perusahaan. (Andika Hendra)