CHICAGO, iNews.id - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange ditutup lebih tinggi pada Senin (17/12/2018) waktu setempat karena logam mulia mendapat tenaga dari melemahnya dolar Amerika Serikat (AS) serta penurunan Wall Street.
Mengutip Xinhua, Selasa (18/12/2018), kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik 10,40 dolar AS, atau 0,84 persen, menjadi menetap di 1.251,80 dolar AS per ounce.
Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang saingan, turun 0,3 persen menjadi 97,13 pada 1710 GMT.
Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS. Jika dolar AS menguat, emas berjangka akan turun. Sebab, emas yang dihargakan dalam dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 631,74 poin, atau 2,62 persen. Indeks S&P 500 dan Nasdaq juga mengikuti penurunan Dow. Ketika ekuitas mencatat kerugian, investor dapat mulai membeli aset-aset yang aman, seperti emas.
Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 12,20 sen, atau 0,83 persen, menjadi menetap di 14,759 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 10,60 dolar AS, atau 1,35 persen, menjadi ditutup pada 795,9 dolar AS per ounce.