Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Panik Diserbu Mobil Listrik Murah China? Senator AS Desak Larangan Total
Advertisement . Scroll to see content

China Salip Jepang Mobil Impor Terbesar di Australia

Minggu, 05 April 2026 - 02:59:00 WIB
China Salip Jepang Mobil Impor Terbesar di Australia
China menyalip Jepang sebagai mobil impor terbesar di Australia untuk pertama kalinya sejak 1998. (Foto:Dok)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – China menyalip Jepang sebagai mobil impor terbesar di Australia untuk pertama kalinya. Pergeseran ini menandai perubahan besar dalam peta industri otomotif global, khususnya di pasar Negeri Kanguru.

Data dari Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI) dikutip Caixin menunjukkan, pada Februari impor kendaraan dari China mencapai 22.300 unit atau sekitar 25 persen pangsa pasar. Angka tersebut melampaui Jepang dengan 21.600 unit dan Thailand sebesar 19.400 unit.

Capaian ini sekaligus mengakhiri dominasi Jepang di pasar impor otomotif Australia yang bertahan sejak 1998. Perubahan tersebut mencerminkan pergeseran selera konsumen yang kini mulai beralih ke kendaraan listrik dan opsi yang lebih terjangkau.

Lonjakan impor dari China didorong kuat oleh popularitas kendaraan listrik (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Salah satu pemain utama adalah BYD yang mencatat kenaikan penjualan hingga 160 persen menjadi 10.200 unit dalam dua bulan pertama tahun ini.

Selain itu, Great Wall Motor (GWM) juga menunjukkan performa solid di segmen SUV dan pickup. Perusahaan tersebut mencatat pertumbuhan penjualan sebesar 23,4 persen sepanjang 2025 dan memperkuat posisinya di pasar.

Pasar otomotif Australia sendiri sangat bergantung pada impor sejak berhentinya produksi lokal oleh pabrikan besar beberapa tahun lalu. Tanpa tarif impor yang tinggi serta tingginya minat terhadap SUV dan kendaraan komersial ringan, Australia menjadi ladang subur bagi ekspansi merek global.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut