Selanjutnya, sekitar 4 persen akan digunakan untuk pelunasan pembelian tanah (tanah target) yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Pusakajaya, Kabupaten Subang, Jawa Barat dengan luas 2.589 m2. Pembelian tanah tersebut akan digunakan untuk gudang perseroan.
Lalu, sekitar 14 persen akan digunakan untuk membiayai pembangunan gudang perseroan di atas tanah target, yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2022. Sedangkan sisanya 61 persen akan digunakan untuk modal kerja Perseroan, termasuk untuk pembelian kebutuhan bahan baku dan bahan pendukung serta untuk membiayai kegiatan operasional Perseroan.
Perseroan juga menegaskan bahwa apabila hasil IPO ini tidak mencukupi untuk memenuhi rencana tersebut, maka Perseroan akan menggunakan pendanaan yang berasal dari internal kas Perseroan dan/atau pembiayaan dari pihak perbankan dan/atau lembaga keuangan non-bank.
Menilik kinerja keuangan hingga 30 Juni 2021, penjualan perseroan mencapai Rp22,58 miliar, naik 7,88 persen daripada penjualan per Juni 2020 yang mencapai Rp20,93 miliar.
Kenaikan penjualan Perseroan turut serta mendongkrak beban pokok penjualan yang mencapai Rp17,6 miliar, atau naik 10,3 persen dibandingkan beban pokok periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp15,9 miliar.